Cara Budidaya Kopi Arabika

Posted on

Cara Budidaya Kopi Arabika

Cara Budidaya Kopi Arabika – Kopi merupakan tanaman yang menjadi komoditi ekspor paling menjanjikan dikarenakan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dipasaran dunia. Tanaman kopi menjadi salah satu tanaman yang banyak dikembangkan di wilayah Jawa Barat. Saat ini jenis kopi arabika menjadi tanaman kopi yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi dibandingkan dengan kopi yang lainnya. Hal inilah yang menjadi alasan banyak masyarakat sekarang ini yang tertarik untuk membudidayakan tanaman kopi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila anda tertarik untuk Cara Budidaya Kopi Arabika.

1. Pemilihan lokasi tanam

Sebelum memulai menanam tanaman kopi, terlebih dahulu sebaiknya perhatikan dan pilih lokasi tanam yang sesuai dan cocok. Tanaman kopi lebih cocok apabila ditanam pada tanah yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter diatas permukaan laut dan tidak lebih dari 800 meter diatas permukaann laut. Akan tetapi bagi anda yang memiliki lahan di dataran rendah dibawah 60 m, tanaman kopi tetap dapat tumbuh namun ukuran dan rasa dari biji kopinya akan sedikit berbeda. Berikut beberapa lahan yang cocok ditanami tanaman kopi.

  • Lokasi lahan tanam agak teduh dan tidak terkena sinar matahari lebih dari 6 jam.
  • Di lokaasi yang memilkiki iklim tropis
  • Kadar keasaman tanah sekitar 5,5 – 6,5
  • Terdapat cukup unsur hara
  • Memiliki tanah yang gembur
Baca Juga :   5 Cara Menanam Bengkuang "Dengan Mudah" Hingga Panen

2. Penanaman tanaman peneduh

Disebabkan tanaman kopi adalah tanaman yang membutuhkan keadaan lahan yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung, maka dibutuhkan tanaman peneduh. Tanaman yang cocok digunakan sebagai tanaman peneduh yaitu pohon sengon dan lamtoro. Sebelum menanam kopi terlebih dahulu belilah bibit sengon dan tanam di lokasi lahan dengan posisi yang rapi. Tunggu sampai ukuran lebih tinggi dan dapat digunakan sebagai peneduh, kira-kira sekitar 2 tahun.

3. Pengolahan lahan tanam

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengolahan lahan. Pengolahan dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

  • Buat lubang tanam dengan ukuran sekitar kurang lebih 30 x 30 cm dengan kedalaman 30 cm.
  • Buat lubang tanam lainnya dengan jarak yang cukup agar terlihat rapi.
  • Minimal jarak antara lubang tanam adalah 2 m
  • Semprot lubang tanam tersebut dengan menggunakan fungisida dan bakterisida.

4. Pemberian pupuk dasar

Setelah pengolahan lahan selesai dengan membuat lubang tanam langkah selanjutnya dalam Budidaya Kopi Arabika yaitu dengan memberikan pupuk dasar dalam lubang tanam tersebut. Anda bisa memakai pupuk dasar yaitu pupuk organik seperti pupuk kandang. Pilihan terbaik lainnya anda bisa mencampur pupuk organic atau pupuk kandang dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Berikut cara pemberian pupuk dasar.

  • Campur pupuk kandang dan pupuk kompos hingga merata
  • Masukkan campuran pupuk tersebut ke dalam lubang tanam
  • Kemudian siram dengan EM 4 (mikroorganisme pengurai) yang banyak dijual di toko pertanian dengan dicampur air.
  • Taburkan insektisida bubuk yang berguna untuk mencegah serangan orong-orong dan uret.
  • Tutup lubang tanam dengan memakai tanah disekitar dan diamkan agar pupuk dapat terurai terlebih dahulu

5. Pembibitan dengan biji generative

Pembibitan tanaman kopi dapat dilakukan dengan cara generative memakai bijinya. Cara melakukan pembibitan dengan metode ini adalah:

  • Pilih biji yang berasal dari tanaman yang berkualitas
  • Atau anda dapat membelinya di toko pertanian
  • Siapkan tanah humus yang telah diayak dan masukkan ke dalam plastik polybag ukuran kecil.
  • Tanam biji kopi pada polybag dengan kedalaman sekitar 3 hingga 5 cm.
  • Siram dan diamkan hingga bibit tersebut tumbuh.
  • Pada usia 1 minggu bibit yang telah tumbuh bisa di semprot dengan pupuk organic cair.
    Rawat bibit tersebut hingga tinggi mencapai 30 cm dan pindahkan bibit ke dalam lubang tanam.
Baca Juga :   Cara Budidaya Wijen Yang Bernilai Ekonomi

6. Pembibitan vegetative dengan cangkok

Sementara apabila anda memakai metode vegetative dengan cangkok, maka hal yang diperhatikan.

  • Pilih tanaman indukan yang berkualitas baik
  • Pilih batang dengan ukuran sedang dan lurus dengan diameter sekitar 3 cm.
  • Kupas pangkal batang secara melingkar
  • Bersihkan dari lendir hingga batang bagian dalam terlihat
  • Gunakan sabut kelapa atau plastik untuk pembungkus
  • Ikat serabut kelapa atau plastik pada pangkal batang yang telah dikupas, kemudian isikan dengan tanah humus hingga pebuh dan bungkus dengan sabut kelapa, selanjutnya ikat.
  • Sirami cangkokan secara berkala hingga akar dapat tumbuh yaitu sekitar 3-4 minggu.

7. Penanaman bibit kopi

Tahapan selanjutnya dalah dengan menanam bibit kopi arabika. Perhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Sebelum dipindah siram bibit terlebih dahulu
  • Lakukan hal tersebut pada sore hari agar bibit tidak terkena sinar matahari
  • Setelah bibit ditanam, buat gundukan pada tanah secara melingkar disekitar tanaman kopi agar air tidak menggenang.
  • Sirami bibit setelah melakukan penanaman.
  • Anda bisa melakukan penyulaman setelah 2 minggu pennanaman.

8. Perawatan

Setelah anda berhasil menanam tanaman kopi, lakukan perawatan dengan penyiraman, penyiangan dan pemupukan susulan. Penyiraman dapat dilakukan 2 minggu sekali jika musim kemarau, pastikan air siraman tersebut tidak terlalu menggenang karena dapat menyebabkan akar membusuk. Sementara penyiangan dapat anda lakukan jika telah banyak gulma disekitar tanaman kopi. Selain itu, ketika musim hujan lakukan sedikit pemangkasan pada tanaman peneduh.

Pemupukan susulan dapat anda lakukaan apabila tanaman telah tumbuh dan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan 2 gelas NPK dan 35 liter air. Kocorkan pupuk tersebut secara merata pada setiap tanaman. Pemupukan dasar dapat diulang setelah berumur 1 tahun sekali.

Baca Juga :   Literatur Lengkap, Budidaya Kopi Arabika (Coffea Arabica) Untuk Pemula

9. Panen kopi

Setelah tanaman berusia 2.5 – 3 tahun setelah masa tanam panen kopi bisa anda lakukan. Biasanya pertama kali melakukan panen kopi masih menghasilkan sedikit biji namun lama kelamaan akan bertambah banyak.

Nah, itulah beberapa cara Budidaya Kopi Arabika yang cukup mudah dan tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

Baca juga:

Manfaat Bunga Pukul Sembilan Bagi Kesehatan

Cara Budidaya Udang Sistem Bioflok Supaya Panen Meningkat