6 Cara Menanam Cabe Di Bawah Jagung Agar Cepat Panen

Posted on

Cara Menanam Cabe Di Bawah Jagung

Cara Menanam Cabe Di Bawah Jagung – Cara tanam dengan tumpang sari saat ini sudah menjadi salah satu trend yang mungkin sudah tidak asing lagi dalam dunia pertanian. Salah satunya adalah menanam cabe di bawah jagung.
Teknik budidaya ini biasa disebut dengan tumpang sari dimana dalam satu lahan dapat di tanami lebih dari satu jenis tanaman dalam satu periode tanam yang sma. Keuntungan memakai teknik tumpang sari (Intercroping) ini adalah anda akan mendapatkan hasil panen dari dua jenis tanaman dalam sekali masa tanam.

6 Cara Menanam Cabe Di Bawah Jagung Agar Cepat Panen

Meskipun demikian, resiko kegagalan dalam budidaya juga relatif besar. Maka dariitu, sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya secara tumpang sari, terlebih dahulu Anda harus mengetahui teknik dan teknisnya. Salah satu jenis tanaman yang paling umum ditanam secara tumpang sari adalah tanaman jagung dan cabai.
Sebagai komoditas pertanian yang popular dan memiliki nilai ekonomi tinggi, maka jika anda ingin coba membudidayakan keduanya berikut telah kami rangkumkan. Tanaman cabe dan jagung sangat cocok jika ditanam secara tumpang sari, sebab keduanya merupakan jenis tanaman yang berasal dari family yang berbeda.

Dimana salah satu syarat dalam menanam tumpang sari adalah jenis tanaman yang ditanam harus berasal dari tanaman yang familynya berbeda. Jika masih dalam satu family maka dikhawatirkan persebaran penyakit dan hama serta resiko kegagalan akan lebih besar.

Baca Juga :   Panduan Lengkap Cara Budidaya Bayam Agar Cepat Panen

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan informasi mengenai Cara Menanam Cabe Di Bawah Jagung yang dapat dilakukan dengan cara budidaya seperti tanaman pada umumnya, tahap-tahap menanamnya adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan lahan tanam

Tahap awal dalam menanam cabe dibawah jagung adalah dengan cara menyiapkan lahan tanam. Caranya adalah dengan mencangkul lahan tanam dengan menggunakan cangkul atau dapat juga menggunakan bantuan bajak. Selanjutnya buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjangnya disesuaikan dengan luas lahan, atau ukuran idealnya adalah 1 meter kali 10 meter.

Bedengan harus mempunyai tinggi dan jarak yang ideal, yaitu sekitar 30 cm untuk tinggi bedengan, dan 0,5 meter untuk jarak antar bedengan. Bedengan harus diratakan lalu kemudian dibuat lubang tanam dengan jarak 50×50 cm yang nantinya akan digunakan sebagai tanaman jagung. Tambahkan juga pupuk kandang kedalam setiap lubang tanam. Setelah itu kemudian baru siap sitanamai tanaman cabe.

2. Menyemai Benih Cabe

Benih cabe harus di semai terlebih dahulu agar tanaman dapat tumbuh dengan seragam seperti Cara Menanam Tomat Hidroponik dan Cara Menanam Tomat dalam Polybag. Selain itu juga dengan menyemai benih cabe maka tanaman nantinya akan lebih mudah beradaptasi saat dipindahkan kelapangan sehingga resiko hidupnya akan lebih tinggi.

Benih cabe di semai dengan cara menanamkan benih biji cabe kedalam plastik polibag yang sudah diisi dengan menggunakan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang atau kompos yang dicampurkan. Benih yang dipakai juga harus berkualitas sehingga kemampuan biji untuk tumbuh dan berkecambah tinggi.

Tanamkan biji kedalam polibag kemudian letakkan pada lokasi yang teduh namun tetap terkena sinar matahari. Namun untuk merangsang perkecambahan, bagian atas polibag ditutup menggunakan jerami, setelah 3-5 hari maka penutup dapat dibuka agar kecambah yang tumbuh tidak mengalami etiolasi dan tumbuh dengan kuat dan kokoh.

Baca Juga :   Cara Menanam Budidaya Pare Agar Berbuah Lebat

3. Pindah Tanam Cabe Ke Lahan Tanam

Pada sistem tumpang sari, tanaman jagung dapat ditanam bersebelahan dengan cabe. Dimana setelah jagung ditanam di lokasi maka bagian kanan dan kirinya dapat ditanami tanaman cabe.
Jarak tanam antara tanaman jagung dan cabe sekitar 50 cm. jarak yang lebar ini supaya nantinya saat tanaman cabe tumbuh cabang atau tajuknya tidak menganggu pertumbuhan tanaman jagung dan sebaliknya.

Pada lahan tanam juga harus dibuat lubang tanam. Baru kemudian setelahnya bibit cabe dapat ditanamkan ke dalam lubang tanam. Caranya adalah dengan melepaskan plastik polibag dan kemudian menanamkan bibit kedalam lubang tanam berikut dengan tanahnya, usahakan tertanam keseluruhan akar pada bagian bawah permukaan tanah.

4. Penyiraman

Hal penting yang harus dilakukan setelah bibit cabe ditanam di bawah tanaman jagung adalah anda harus melakukan penyiraman. Terutama pada saat awal awal bibit cabe dipindahkan ke lahan tanam.
Minimal tanaman harus disiram dua kali dalam sehari dan dapat ditingkatkan jika kondisi dan cuaca panas. Sebaliknya jika cuaca hujan atau kelembaban tinggi maka tak perlu lagi melakukan penyiraman.

5. Penyiangan

Tanaman cabe yang ditanam di bawah jagung juga harus disiangi atau dibersihkan dari gulma gulma yang mengganggu. Sebab jika tidak maka dikhawatirkan pertumbuhan gulma akan mengganggu pertumbuhan tanaman cabe. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh disekitar tanaman jagung dan cabe secara rutin.

6. Pemupukan

Pemupukan merupakan salah satu tahapan penting dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe yang di tanam di bawah jagung. Dalam sekali memupuk anda akan bisa sekaligus memupuk dua tanaman dimana unsur hara dapat diserap oleh tanaman cabe dan juga tanaman jagung.

Baca Juga :   6 Cara Mudah Budidaya Jamur Kuping Untuk Pemula "Panen Melimpah"

Oleh sebab itu pupuk tanaman cabe memakai dengan jenis pupuk mengandung nitrogen seperti pupuk anorganik yakni memakai pupuk urea, Mengapa pupuk urea sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Karena Akan menambahkan unsure hara nitrogen yang diperlukan tanaman.

Itulah beberapa langkah atau Cara Menanam Cabe Di bawah Jagung yang harus Anda ketahui sebelum mencoba untuk melakukan tanam tumpang sari. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam berinovasi berkebun dan bertani. Selamat berkebun dan terima kasih.

Baca juga:

Ciri Ciri Hewan Aves Terlengkap Beserta Penjelasannya

Cara Menanam Daun Mint Termudah