6 Cara “Paling Mudah” Menanam Zukini Hingga Tumbuh Subur Dan Berbuah

Posted on

Cara Menanam Zukini Hingga Tumbuh Subur Dan Berbuah

Cara menanam zukini hingga tumbuh subur dan berbuah – zukini lebih terkenal menjadi timun jepang di sebagian besar masyarakat indonesia. Tanaman ini mempunyai buah yang bentuknya mirip labu maupun terung. Warna kulit timun jepang tersebut bervarian. Ada yang warnanya hijau, hijau muda sampai kekuningan. Walaupun bentuknya ini hampir mirip dengan timun biasa, akan tetapi buahnya ini mempunyai ciri khas mudah dikenali. Yakni cenderung bulat mirip botol dan bergantung dengan kultivarnya.

Peminat zukini juga tinggi sekali di indonesia. Kadang buah ini diolah menjadi masakan berkuah encer yang sama dengan timun jenis lainnya. Timun jepang ini mempunyai beberapa antioksidan. Diantaranya adalah zeaxhantin dan lutein. Ada juga vitamin B kompleks sampai serat pangan yang semakin lengkap dengan kandungan gizinya.
Banyaknya nutrii yang dipunya tak hanya membudidayakan tanaman jenis ini menguntungkan. Lebih lagi untuk pangsa pasarnya ini pun menjanjikan sekali. Zukini pun tergolong ke dalam tanaman yang gampang untuk dibudidayakan dan mempunyai pertumbuhan yang cepat sekali.

Cara Menanam Zukini Hingga Tumbuh Subur Dan Berbuah

Kalian bisa mempelajari bagaimana Cara menanam zukini hingga tumbuh subur dan berbuah, diantaranya :
Panduan lengkap menanam zukini
Bagi pemula yang masih mencoba budidaya zukini merupakan ide bagus. Nah, ini adalah caranya silahkan disimak dengan seksama :

Baca Juga :   5 Cara Menanam Ubi dengan Stek - Persiapan, Langkah dan Syaratnya

1. Persiapan benih

Pertama tama kalian siapkan benih dulu. Kualitas benih ini harus paling baik supaya bisa menghasilkan tanaman subur dan kualitasnya tinggi. Kalian dapat memperoleh benih timun jepang ditoko pertanian maupun toko khusus menjual aneka bibit tanaman. Sesudah benih didapatkan, kemudian rendam menggunakan air secukupnya kurang lebih 2 jam. Perendaman ini tujuannya menyeleksi ulang benih benar layak tanam maupun tidak.

Bila benihnya ini mengapung maka tak usah dipakai. Pilihlah benih yang tenggelam sebab jenis tersebut bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas. Sebenarnya kalian pun dapat memakai bibit siap tanam. Namun, hasil dari bibit yang disemai cenderung terjamin kualitasnya.

2. Penyemaian benih

Proses seleksi yang sudah selesai kemudian penyemaian. Persiapkan dulu media menyemai berwujud tanah serta arang sekam padi. Sesudah itu campur kedua bahan ini dan masukkan didalam polybag berukuran sesuai keinginan. Semaikan benih zukini dalam polybag.
Letakkan polybag dalam tempat tanpa hujan namun memperoleh sinar matahari. Tujuannya supaya pertumbuhan benih optimal serta batangnya tak mudah patah. Lakukan penyemaian bibit selang 3 minggu lalu pindahkan di lahan permanen.

3. Pengolahan lahan

Selama kalian menunggu penyemaian benih, kalian dapat mengolah lahan tanamnya lebih dulu. Kemudian jalankan penggemburan tanah melalui pencangkulan sedalam 30 cm.
Lalu diamkan lahan dalam seminggu. Untuk mengkondisikan pH dari tanah, maka jalankan pengapuran serta pemupukan dasar. Kalian pun dapat memakai pupuk kandang secukupnya serta sebar dengan merata di tanah.
Aduklah pupuk kandang di tanah hingga merata. Tujuannya pemupukan dasar supaya lahan jadi lebih subur dan siap menjadi media tanam permanen. Lalu buatkan bedengan ukurannya 1,2 x 1 m. Pakailah mulsa plastik guna menjalankan pemulsaan supaya pertumbuhan gulma supaya bisa ditekan.

Baca Juga :   Cara Menanam Padi dengan Ember yang Benar [ 100% WORK]

4. Penanaman zukini

Di bedengan yang telah diberikan mulsa plastik, maka kalian dapat membuat lubang tanam berjarak antar lubangnya 40 x 45 cm. Pindahkan bibit di lahan sesudah disemai selama 3 minggu.
Masukkan bibit dan tanah semainya di lubang tanam kemudian timbun menggunakan tanah disekelilingnya. Lalu sirami sesudah proses tanam selesai. Tanam zukini di pagi dan sore hari supaya sinar matahari dapat diperoleh dengan baik.

5. Perawatan tanaman zukini

Sama halnya dengan tanaman lain, timun jepang membutuhkan pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit sampai penyiraman dengan jadwal. Ini adalah perawatannya :

  • Pemangkasan
    Di daun tanaman sudah tua, kalian harus menjalankan pemangkasan dengan teratur. Tujuannya supaya tanaman tak terlalu rimbun dan mengakibatkan lembab. Bila keadaan tanaman cenderung lembab, maka jamur cepat berkembang. Jalankan pemangkasan daun tua degan teratur supaya keadaan tanaman tetap stabil. Bersihkan pula gulma dengan intens supaya tak mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Penyiraman
    Penyiraman ini sebenarnya tak harus intens. Bila tak mengalami hujan, maka kalian dapat menjalankan penyiraman 2 kali sehari. Akan tetapi di musim penghujan, penyiraman tak harus dijalankan dengan intens sebab tanaman telah memperoleh suplai air cukup.
  • Pengendalian hama serta penyakit
    Untuk usaha pengendalian penyakit dan hama, potonglah buah kering supaya tak menyebar di bagian tanaman lain. Selain itu, memotong di bagian ini dan bermanfaat untuk pertumbuhan satunya. Untuk meningkatkan kesuburan tanaman maka berikan pupuk cair yang takarannya cukup 3-4 perminggunya.

6. Panen zukini

7 smapai 10 hari di masa tumbuh putik, maka zukini dapat dipanen. Pemanenan ini dapat kalian lakukan dengan memotong pangkal buahnya lalu letakkan buah pad akeranjang maupun wadah panen tak melukai di bagian kulit buah.
Seharusnya petik buah bila panjangnya telah berukuran minim 11 cm. Petik buah dengan teratur supaya pertumbuhannya lebih cepat. Bila kalian tak membutuhkan hasil panen terlalu banyak, maka tinggalkan 1 maupun 2 buah tanaman guna memperlambat produksi buah.

Baca Juga :   5 Cara Budidaya Palawija yang Tepat dan Berkualitas Beserta Jenisnya Lengkap

Demikian ini adalah pembahasan tentang Cara menanam zukini hingga tumbuh subur dan berbuah. Buah zukini ini terkenal dengan berbagai manfaat bagi kesehatan manusia, diantaranya bisa menurunkan berat badan. Nah, bagi kalian yang akan berencana menurunkan berat badan bisa dengan buah zukini ya sobat. Jika kalian ingin membudidayakan juga bisa menyimak pada ulasan diatas tadi. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Menanam Ubi dengan Stek Terlengkap

4 Cara Dalam Memilih Bibit Ubi Jalar yang Baik dan Unggul