9 Cara Budidaya, Jenis Waluh Dan Cara Merawatnya Agar Berbuah Lebat

Posted on
9 Cara Budidaya, Jenis Waluh Dan Cara Merawatnya Agar Berbuah Lebat
5 (100%) 1 vote[s]

Cara Budidaya Waluh Dan Cara Merawatnya Agar Berbuah Lebat

Jenis waluh dan cara merawatnya – walauh atau yang kerap kita kenal dengan nama labu buner ialah bagian dari buah yang digemari orang banyak sebab bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti, kolak, sayur, sampai kue. Harga waluh pun tergolong masih murah jadi banyak yang memanfaatkan tanaman ini sebagai selingan petani indonesia. Berikut ini akan kami jelaskan tentang jenis waluh dan cara merawatnya.

Cara Budidaya Waluh Dan Cara Merawatnya

Harga waluh yang murah ini sebab dari sistem pemasarannya yang masih bergelut di pasar lokal saja. Akan tetapi karena sekarang hasil olahan waluh mulai diminati banyak masyarakat luas maka perlahan harga waluh menjadi naik. Pastinya ini dapat sebagai kesempatan terbaik bagi kita membudidayakan tanaman waluh.

Bagi kalian yang hanya mempunyai lahan terbatas maka jangan berkecil hati. Tanaman waluh pun dapat dibudidayakan menggunakan metode hidroponik. Kalian dapat menjadikan tanaman waluh menjadi tanaman pengisi pekarangan kosong yang nantinya dapat dipanen sendiri untuk dimasak sendiri.

Penanaman waluh ini termasuk sangat mudah. Akan tetapi, waluh ini tumbuh menjalar sampai jauh. Tanaman waluh dapat menjalar sampai lebih dari 10 meter sehingga membuat kalian hanya mempunyai ahan terbatas harus kreatif guna mengarahkan sulur tanaman waluh.

Baca Juga :   Cara "Sukses" Budidaya Kacang Panjang Untuk Panen Yang Maksimal

Baiklah sobat, langsung berikut simak tahapan dari penanaman waluh, apa saja jenisnya dan bagaimana cara merawatnya.

1. Persiapan lahan

Lahan yang dipakai untuk menanam waluh perlu cukup terpapar cahaya matahari langsung minimal 4 jam selama sehari akan tetapi lebih baik bila dapat terkenal sinar matahari langsung lebih 8 jam. Bila tanaman ditanam dibawah pohon maupun samping pagar, maka tanaman waluh akan merambat diatas untuk mendapatkan snar matahari cukup.

2. Mengolah lahan

Tanah yang baik guna menanam waluh perlu gembur dan juga cukup air sebab tanaman waluh mempunyai perakaran yang luas dan menyerap banyak air guna mendukung laju pertumbuhannya. Bila lahan yang kalian punya lumayan luas seperti pada kebun maupun ladang, maka seharusnya kita membuat bedengan sama halnya semangka. Akan tetapi, bila lahan yang dipunya sangat terbatas maka kalian dapat menanamnya ditanah dengan tidak ada bedengan maupun memakai pot polybag.

3. Pemupukan dasar

Kami ingatkan lagi ya sobat bahwa tanaman waluh ini sangat rakus pada pupuk dan air. Akarnya dapat menyebar dengan lebih luas dibandingkan dengan tanaman semangka dan melon. Sehingga ketika membuat bedengan maupun pot maka kalian perlu memberikan pupuk kandang banyak muntuk pupuk dasarnya.
Selain dengan pupuk kandang kalian dapat menambahkan pula pupuk NPK phonska menjadi pupuk dasar supaya mempercepat laju dari pertumbuhan tanaman waluh. Pupuk ditanam di dalam bedegan dan biarkan minimal selama 2 minggu supaya terurai lebih dulu.

4. Persiapkan bibit waluh

Tanaman di bibit waluh lewat bijinya. Akan tetapi sebenarnya waluh pun dapat di bibit lewat cara vegetatif yakni memotong sulur yang telah ada akarnya serta menanamnya di tempat yang lian supaya pertumbuhan serempak maka pembibitan ini dengan bijilah yang dipilih. Kalian dapat membeli biji waluh hibrida di toko pertanian. Kemudian biji ditanam di pot kecil lebih dulu sampai tumbuh dewasa. Sesudah usianya 1 minggu sesudah tumbuh maka bibit waluh akan siap untuk ditanam di bedengan.

Baca Juga :   6 Cara Menanam Jagung Yang Baik dan Benar di Musim Kemarau

5. Penyiraman tanaman waluh

Waluh dapat ditanam di sepanjang musim. Bila kalian menanam waluh saat musim penguhan maka kalian hamoir tak harus menajalankan pengairan lagi. Akan tetapi bila kalian menanam waluh saat musim kemarau maka pengairan perlu rutin dijalankan mengingat rakusnya tanaman waluh dengan air. Untuk tanaman waluh dengan kandungan air sangat berfungsi mendukung fotosintesis dan mengangkut hasil fotosintesis ke semua bagian tanaman.

6. Pemupukan susulan tanaman waluh

Pemupukan susulan ini guna mempercepat laju pertumbuhan tanaman waluh. Pupuk susulan yang dipakai ialah larutan NPK dari phonska dosis 100gr per 30-40 liter air. Pupuk dikocorkan di pangkal tanaman. Pemupukan ini diberikan ketika tanaman mulai berbuah yakni dengan memakai pupuk kandungan kaliumnya seperti KCL/ KNO.

7. Penyemprotan ZPT

Aplikasi ZPT bisa meningkatkan hasil panen di beragam jenis tanaman. ZPT yang karna dipakai guna tanaman waluh ialah auksin dan giberelin. Auksin meningkatkan laju dari pertumbuhan tunas serta akar ketika awal pertumbuhan giberelin meningkat pembuangan serta prosesntasenya saat fase generatif.
Pemakaian guberelin dijalankan ketika tanaman waluh ini mulai berbunga. Jumlahnya buanga jadi buah akan terus mengalami peningkatan. Penyemprotan ZPT perlu mematuhi dosis yang dianjurkan dari produsen.

8. Pembuatan ajir rambatan

Pemasangan dari ajair ini tak terlalu penting namun bila kalian menghendaki maka bentuk buah sepurna yang warnanya merata maka kalian dapat membuatkan pagar rambatan supaya nanti buahnya menggantung. Syarat pagar rambatan ini perlu kuat sebab buah waluh dapat mencapai berat 3kg lebih.

9. Panen waluh

Panen buah waluh bisa dijalankan kruang lebih di usia 90 hari sesudah tanam. Tanda buah waluh sudah tua ini ialah berubahnya warna kulit buah jadi kekuningan dan gagang buah mengering keriput. Kebanyakan tanaman waluh ini tidak berusia lama. Sesudah beberapa buahnya ini telah matang kemudian tanaman waluh pun akan mulai mengering dan mati.

Baca Juga :   Cara Budidaya Kembang Kol Prospek Yang Menguntungkan

Demikianlah tadi penjelasan singkat tentang jenis waluh dan cara merawatnya. Tanaman waluh ini sangat diminati oleh masyarakat, sebab manfaatnya banyak sekali. Bisa dipakai untuk kolak, sayur atau bahkan sampai kue. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian.

Baca juga: