Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar

Posted on
Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar
5 (100%) 2 vote[s]

Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar

Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar – Untuk hal ini bagi para pengembang lonster, baik bagi pemula maupun yang sudah lama beternak, bukan keuntungan saja yang menjadi tujuan, melainkan risiko kerugian yang harus dipikirkan, ada beberapa hal yang dapat menjadi ancaman bagi seluruh peternak lobster air tawar.

Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar

Serangan Cendawan ( Saprolegnia sp dan Achyla )

Untuk pertama yakni serangan kedua cendawan ini akan menyerang lobster yang terluka dan juga menyerang telur-telur lobster. Cendawan ini dapat menghambat pernapasan sehingga telur mati dan tidak menetas.

Dan adapun pada lobster dewasa sendiri ditandai dengan tumbuhnya sekumpulan benang halus seperti kapas. Cendawan ini menyebabkan nafsu makan menurun, stamina memburuk dan akhirnya lobster akan mati.

Jika lobster terlanjur terinfeksi, hal yang harus dilakukan ialah merendam lobster-lobster yang terinfeksi dalam larutan malachite green 2-3 ppm selama 30-60 menit. Adapun cara lain ialah dengan mengolesi bagian yang terserang dengan PK “Kalsium Permanganat” 10 ppm.

Jika cendawan itu menyerang telur, hal ini dapat ditangani dengan merendam tanaman air dalam bak penampungan. Tumbuhan seperti eceng gondok dan ijuk dalam larutan malachite green 2 ppm selama 30-60 menit. Semua teknik itu dapat diulangi 2-3 kali dengan selang 3 hari.

Cacing Jangkar ( Lemea Cyprinacea Dan Lemea Carassli”

Kedua yakni cacing jangkar yang dimana dapat menembus tubuh lobster dengan menggunakan kaitnya yang menyerupai jangkar. Lobster yang terserang cacing ini tampak bersungut di bagian insang dan akibatnya akan kekurangan darah kehilangan bobot tubuhnya dan akhirnya mati.

Baca Juga :   Cara "Ampuh" Pengendalian Hama Dan Penyakit Ikan Bawal

Cacing jangkar dapat dibasmi dengan merendam lobster-lobster yang terinfeksi dengan air garam sebanyak 20 g dilarutkan dalam 1 liter air selama 10-20 menit.

Serangan Argulus Fallaceos

Yang ketiga serangan dari predator argulus pada lobster di tandai dengan adanya bintik merah pada tubuh lobster. Racun Argulus fallaceos menyebabkan kematian pada lobster akibat anemia dan kehilangan banyak darah. Racun yang melukai lobster dapat menyebabkan infeksi.

Dan untuk mengatasinya rendam lobster-lobster yang terinfeksi dalam 1 ml lysol yang dilarutkan dalam 5 liter air selama 15-60 detik. Selanjutnya dalam PK 1 g dilarutkan dalam 1000 liter air selama 1,5 jam.

Gagal Moulting “Ganti Kulit”

Dan yang keempat pada saat lobster akan mengalami pertumbuhan, biasanya diawali dengan proses moulting. Namun pada saat moulting mengalami kegagalan/lobster akan mati seketika karena tidak bisa melepas kulit awalnya yang terlalu keras. Lobser yang memaksakan diri ganti kulit, insangnya akan terlepas sehingga menyebabkan kematian.

Untuk penyebab gagal moulting diduga dari pellet, tepung tulung pada pellet menyebabkan asupan kalsium dalam tubuh lobster meningkat dan akibatnya kulit menjadi keras dan proses moulting menjadi terhambat.

Dan salah satu usaha untuk mempercepat proses moulting ialah dengan meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air, terutama sebelum dan sesudah moulting karena pada saat moulting lobster membutuhkan pasokan oksigen yang lebih banyak.

Ekor Melepuh

Dan yang kelima yakni ekor melepuh, yang dimana penyakit ini ekor melepuh disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri ini masuk melalui ekor yang sering menyentuh dasar kolam. Dan selanjutnya bakteri ini menembus sistem kekebalan tubuh loster dan membuat darah keluar melalui pori-pori. Akibatnya ekor lobster dipenuhi bisul yang berisi nanah.

Baca Juga :   12 Cara Budidaya Lobster Air Tawar Untuk Pemula "Panen Melimpah"

Bakteri aeromonas muncul setiap saat jika kondisi lingkungan jelek, misalnya sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam yang menyebabkan kadar amonia yang meningkat. Kondisi ini sangat disukai bakteri aeromonas.

Ekor pada lobster merupakan bagian yang paling sensitif, sangat berbahaya jika ada penyakit ekor melepuh pada lobster. Jika tidak segera diobati maka akan dapat menyebabkan kematian massal. Untuk cara mencegah penyakit ekor melepuh salah satunya dengan manajemen pakan. Penyakit ekor melepuh kebanyakan diakibatkan dari pemberian pakan yang berlebihan, idealnya pemberian pakan ialah 3-4% bobot tubuh lobster supaya pakan tidak tersisa.

Jika penyakit ekor melepuh terlanjur menginfeksi lobster, segera karantina lobster yang terinfeksi dalam larutan Oxytetracyclin dengan dosis 10 mg per liter selama seminggu atau dengan cara lain yakni merendam lobster dalam desirifektan larutan 2QJng. PK dalam 1 liter air selama 30-60 menit dan cara lain yakni dengan memotong ekor yang melepuh dan mengolesinya dengan obat antiseptic kemudian dikarantin dalam lijuahum berisi larutan methylih blue 5 tetes ke dalam liter air.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Teknik Pencegahan Penyakit Lobster Air Tawar dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya.

Baca Juga: