6 Cara Budidaya Padi Hibrida Agar Panen Melimpah

Posted on
6 Cara Budidaya Padi Hibrida Agar Panen Melimpah
5 (100%) 2 vote[s]

Teknik Menanam Padi Hibrida

Cara Budidaya Padi Hibrida – Nah untuk saat ini padi Hibrida ialah salah satu alternatif pilihan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas gabah nasional. Sejauh mana tanaman padi hibrida itu dapat dikenal oleh petani. Agar lebih dapat memahami mengenai bagaimana cara budidaya padi Hibrida simak ulasannya dibawah ini.

Persemaian

Untuk hal yang pertama yakni persiapkan lahan persemaian seluas 500 m per hektar. Lalu siapkan bedengan dengan lebar 1-2 m, panjang sesuai lebar petakan, jarak antar bedeng 30 cm, tinggikan bedengan persemaian 5-10 cm dari sekelilingnya, genangi air dan biarkan selama 2 hari. Berikan pupuk dasar sehari sebelum sebar dengan takaran per meter 5 gram urea dan 10 gram npk “15:15:15”.

Cara Budidaya Padi Hibrida

Jemur benih selama 1-2 jam pada pagi hari “kurang lebih dimulai jam 7” kemudian rendam benih selama 2 jam dengan air bersih, buang air rendaman dan ganti dengan air bersih. Perendaman dilanjutkan sampai 22 jam “total sehari semalam 24 jam”, dianjurkan untuk mengganti air dengan air bersih setiap 3-4 jam.

Peram benih selama 24-36 jam ditempat yang teduh atau sampai keluar calon akar 1 mm “tinggi”, gunakan kantong peram bersih dan benih dalam keadaan lembab. Sebar benih secara merata tidak terlalu rapat, perhatikan pada saat sebar kondisi air macak-macak, dijaga agar tidak menggenangi bedengan sebelum fase 1 batang dan 1 daun dan bedengan tetap basah. Berikan pupuk susulan seminggu setelah sebar dengan takaran 10 gram urea per meter dan insektisida hayati metharizium untuk mengendalikan penggerak batang.

Baca Juga :   Cara Mudah Stek Tanaman Buah Agar Hasil Melimpah

Penanaman

Tanaman bibot umur 15-16 hari atau saat bibit berdaun 3-5 helai. Jarak tanam 25×25 cm atau jajar legowo 2 : 1. Jumlah bibit 1-2 batang per lubang tanam dengan kedalaman 1-2 cm.

Pemupukan

Dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik dengan dosisi sesuai anjuran tanam “setelah pengolahan tanah”, bisa dilakukan dengan pupuk tunggal atau dengan pupuk majemuk.

  • Pemupukan pertama “5-7 hst” bisa dengan pupuk tunggal “90 kg urea, 150 kg sp36 dan 50 kg KCL” atau dengan pupuk majemuk “75 kg urea dan 150 kg NPK 15 : 15 : 15”.
  • Pemupukan kedua bisa dengan pupuk tunggal “60 kg urea” atau dengan pupuk majemuk “50 kh urea dan 150 kg NPK 15 : 15 : 15”.
  • Pemupukan ketiga dengan pupuk tunggal “30-60 kg urea” dan “50 kg KCL” atau majemuk “30-60 kg urea”.

Pengairan

Adapun untuk pengairan yang diantaranya yaitu:

  • Jaga ketinggian air disawah kurang lebih 5 cm sampai berumur 10 hari untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan mengambat gulma.
  • Lakukan penggenangan dan pengeringan macak-macak secara rutin sampai masa pembungaan.
  • Sejak masa pembungaan sampai 14 hari sebelum panen, lahan terus diairi setinggi kurang lebih 5 cm.
  • Kurangi penggenangan air 2 minggu sebelum panen dan pada saat panen lahan dalam kondisi kering.
  • Perhatikan pada saat pemupukan sampai hari ke-4 setelah pemupukan kondisi lahan macak-macak agar pupuk terserap optimal.

Pengendalian Ham Dan Penyakit

Dianjurkan untuk dilakukan pengendalian hama terpadu “PHT” dan berkoordinasi dengan pengamat hama terdekat.

Panen

Adapun untuk pemanenan yang diantaranya yaitu:

  • Waktu panen dilakukan setelah 95% gabah telah menguning.
  • Pemanenan pada saat yang tepat akan meningkatkan rendemen beras dan persentase beras kepala.
Baca Juga :   Cara Budidaya Spirulina Hasil Yang Menguntungkan

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Cara Budidaya Padi Hibrida dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya.

Baca Juga: