12 Cara “Paling Mudah” Memelihara Anak Kucing Tanpa Induk Dibawah Umur

Posted on

Cara Memelihara Anak Kucing Tanpa Induk Dibawah Umur

Cara memelihara anak kucing tanpa induk – memelihara anak kucing yang masih baru lahir yang ditinggalkan induknya ialah tindakan tak terpuji. Sebelum kalian menolong anak kucing tersebut yang ditinggalkan induknya, maka panggilah dokter hewan terdekat sebagai ganti bisa menyusui. Atau kalian bisa menciptakan pemeliharaan sendiri dirumha, belajarlah Cara memelihara anak kucing tanpa induk yang usianya 3 minggu secara benar.

Menciptakan lingkungan baik bagi anak kucing

1. Belajar menangani anak kucing

Cucilah tangan kalian ketika sebelum dan sesudah memegang anak kucing. Ketika mengangkatnya angkat dengan hati-hati dan pastikan mendapatkan kehangatan tubuhnya.
Bila kalian mempunyai hewan lain maka pisahkan dari anak kucing tak berinduk ini selama 2 mingguan. Jangan pernah menyatukan makanan, mangkok, maupun hal lain yang berhubungan dengan keduanya.

Baca Juga :   12 Cara "Sukses" Merawat Ayam Bangkok Super Jalu Supaya Menang Terus

2. Jagalah supaya anak anak kucing akan tetap hangat

Anak kucing jangan sampai terkena langsung bantal pemanas, sebab tubuhnya bisa terjadi luka bakar maupun kepanasan. Kalian pun bis amemakai botol yang isinya air panas dengan dibungkus handuk namun kerap memeriksanya dan memastikan bahwa botol ini masih hangat.

3. Buatkan tempat tidur yang lembut

Letakkan sebuah kotak maupun tempat tdiur yang tidak menutup lubang udara di bagian kotak atau kandangnya supaya kucing tak kesulitan ketika bernafas. Kotak ini letakkan di tempat tidur kucing tenang dan bagian sudut rumah kalian.

4. Satukan anak-anak kucing ini

Kalian tak harus pakai kotak maupun kandang yang terpisah di setiap anak kucing. Pastikan ruangan kucing ini bisa untuk bergerak. Sebagai contoh anak ini harus bisa bergerak menjauhi bantal pemanas bila mulai merasa panas.

Memberi pakan anak kucing

1. Belilah susu bubuk sebagai ganti susu kering

Belilah susu bubuk seperti cimicat dan susu dari dokter hewan. Jangan mencampurkan bersama susu sapi, sebab kandungan gula maupun laktosa susu sapi bisa membuat anak kucing jadi sakit perutnya.
Belilah susu pengganti anak kucing dan seduh menggunakan air matang yang hangat.

2. Bersiaplah memberi makan anak kucing

Pastikan selalu bahwa anak kucing ini hangat ketika memberikan makanan. Jangan pernah memberikan di suhu tubuh dibawah 35 derajat. Sebab bisa emngakibatkan parunya teredang sampai sulit untuk bernapas hingga mati.

3. Perbaikilah posisi tubuh anak kucing serta botolnya bila ketika memberikan pakan

Jangan pernah menggendong anak kucing ketika memberi pakan. Anak kucing akan menyesuaikan posisi mulutnya hingga ia merasa nyaman menyedot susunya. Biarkan anak kucing ini bisa menyedot susu botol dari usahanya sendiri. Jangan lupa pula membuat anak kucing beserdawa ketika minum susu. Letakkan di dada, pundak, pangkuan dan gosoklah tepuk punggungnya menggunakan 2 jari hingga bersedawa.

Baca Juga :   10 Cara Mudah Ternak Kroto dalam Toples dengan Mudah

4. Berikan anak kucing kalian makan dengan teratur

Kalian bisa mengetahui ketika anak kucing lapar, yakni menangis serta bergerak misalnya mencari puting susu induknya. Dalam kondisi darurat maka pakailah alat tetes maupun semprot kecil guna memasukkan susu di dalam mulut anak kucing. Sesudah 2 minggu anak kucing bisa disusu di setiap 3-4 jam berjarak 6 jam ketika malam hari.

Merawat anak kucing

1. Bantulan anak kucing buang air bear serta buang air kecil

Sebelum dan juga sesudah menyusui kalian harus menggosok area kelamin serta nus kucing menggunakan kapas direndam buang air, sebab memang anak kucing tidak bisa menjalankan tanpa stimulasi ini hingga usianya beberapa minggu.
Urin kucing kadang tak berbau dan kadang warnanya kuning pucat. Kotorannya kadang warnanya coklat kekuningan. Bila kalian perhatikan terdapat kotoran warna hijau dan putih serta urin keruh serta berbau tajam.

2. Bersihkan anak-anak kucing ini

Ketika kalian selesai menyusui serta membantu anak kucing buang air kalian harus membersihkan tubuhnya. Pastikan bahwa kalian ini sudah mengeringkannya memakai handuk lembut. Bila kalian perhatikan kotoran kecing dan menempel di bulu anak kucing, maka celupkan area yang terjangkit kotoran dalam mangguk isinya air hangat.

3. Periksa bobot tubuh anak kucing

Bobot tubuh anak kucing akan terus bertambah kurang lebih 14 g setiap harinya sesudah usia minggu pertama. Sebagai contoh anak kucing kadang lahir beratnya 90-110g. Di usia kurang lebih 2 minggu anak kucing sebaiknya mencapai 200g. Dan sesudah 3 minggu, anak kucing sebaiknya mencapai 280 g.

4. Ketahui jadwa membawa anak kucing di dokter hewan

Membawa anak kucing ini di dokter hewan merupakan pendapat yang baik supaya dokter hewan ini memeriksa tingkat hidrasinya, kondisi kesehatan secara umumnya. Sejumlah klinik dokter hewan kadang menawarkan jasa untuk perawatan gratis bila kalian memberitahukan kalian merawat anak kucing yang terlantar.

Baca Juga :   11 Cara Ternak Semut Rangrang Bagi Pemula Dengan Mudah

Bawalah anak kucing ini didokter bila kalian memperoleh tanda berikut :

  • Suhu badan tinggi sekali maupun rendah (diatas 40 derajat maupun dibawah 37 derajat).
  • Kehilangan nafsu makan (bila seekor anak kucing tak akan makan sama sekali dalam 1 hari maka berikanlah medis sesegera mungkin).
  • Muntah (berilah perhatian medis sesegera, bila terus menerus)
  • Kehilangan berat badan
  • Batuk, cairan yang keluar dari hidung dan mata, bangkis
  • Diare (bila terus menerus, berikan perhatian medis dengan segera)
  • Kehilangan energi
  • Pendarahan pada bagian mana saja (berikan perhatian medis sesegera mungkin)

Jadi, itulah tadi mengenai Cara memelihara anak kucing tanpa induk. Beberapa induk kucing bisa menerima, memberi makan serta memandikan anak kucing yang telah ditinggalkan induknya serta hal terbaik bisa kalian lakukan supaya anak kucing ini bertahan hidup. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Mengatasi Hama Ikan Gabus Agar Panen Sukses

Cara “Paling Mudah” Budidaya Tanaman Porang Prospek Yang Menjanjikan