Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga “Paling Sederhana”

Posted on
Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga “Paling Sederhana”
5 (100%) 1 vote[s]

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga “Paling Sederhana”

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga – Limbah rumah tangga atau umumnya disebut dengan sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan apabila kita dapat mengolahnya. Salah satunya dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik cair. Pupuk organik cair memiliki berbagai manfaat selain lebih ramah lingkungan, pupuk yang dihasilkan dapat dengan mudah diserap oleh tanaman. Selain itu pembuatan pupuk organik cair lebih mudah, praktis dan lebih cepat dibandingkan dengan membuat pupuk padat lainnya.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Pada umumnya banyak orang lebih mengetahui bahwa pupuk cair hanya dapat diciptakan dengan memakai kotoran sapi saja. Akan tetapi, jika ditelaah lebih jauh dan mempelajari Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga akan lebih mudah dan ramah lingkungan. Limbah rumah tangga dalam pembuatan pupuk organik cair, meliputi segala sesuatu yang berasal dari makhluk hidup seperti sisa potongan tulang ikan, sisa sayuran, lauk yang sudah basi, atau sisa bumbu dapur yang tidak layak untuk dikonsumsi. Bahan-bahan tersebut yang akan diolah atau didaur ulang menjadi pupuk organik cair. Berikut ini cara membuat pupuk cair dari sisa sampah rumah tangga.

Bahan Membuat Pupuk Organik Cair

Pertama yang harus anda siapkan, yaitu bahan sebagai berikut:

  • Limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayur, ampas kelapa, sisa ikan, daging, dan lain sebagainya.
  • Air bersih
  • Gula pasir atau tetes tebu
  • Cairan em4
Baca Juga :   Cara Pengapuran Lahan Kering & Masam Untuk Budidaya Kedelai

Cairan em4 dapat dibuat sendiri, yaitu dengan cara sebagai berikut:

  • Siapkan air sumur dan campur dengan sisa buah-buahan yang telah busuk atau tape
  • Kemudian masukkan bahan tersebut ke dalam botol plastik bekas air mineral apa saja
  • Tambahkan lima sendok makan gula paasir, kemudian tutup dengan rapat
  • Kocock sampai semua bahan dapat hancur dan tercampur rata
  • Selanjutnya buka tutup botol dan diamkan kurang lebih selama 3 hari.

Cara Membuat Pupuk Cair

Selanjutnya setelah berhasil membuat cairan em4, berikut ini cara membuat pupuk cair:

  1. Haluskan atau tumbuk sampah-sampah organik yang sudah anda kumpulkaan dan tempatkan pada suatu wadah.
    Jika anda tidak mendapatkan limbah rumah tangga dalam jumlah banyak. Anda dapat pergi ke pasar untuk mendapatkan sampah sayur atau ke tempat pemotongan hewan, atau perkebunan. Selain itu anda juga bisa mendapatkan limbah di tempat industri tahu/tempe.
  2. Selanjutnya siapkan tong plastik atau wadah yang sejenis yang memiliki penutup dengan diberi kantong plastik yang dilubangi sekitar 1 cm untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam tong.
  3. Siapkan gula pasir yang telah dilarutkan atau bisa juga memakai tetes tebu untuk mengaktifkan cairan em4.
  4. Kemudian siapkan air bersih, air sumur atau bisa juga dari sumber atau air yang terhindar dari pencemaran zat-zat kimia. Hal tersebut dikarenakan zat kimia dapat menghambat pertumbuhan mikroba, sehingga pupuk tidak dapat berfungsi secara maksimal.
  5. Campurkan sampah yang telah ditumbuk, em4, dan gula pasir yang telah cair atau tetes tebu ke dalam tong plastik. Kemudian apabila telah tercampur rata, anda dapat memindahkannya ke dalam kantong plastik yang telah dilubangi.
  6. Masukkan kantong plastik ke dalam tong, kemudiaan tambahkan dengan air bersih atau air sumur.
  7. Ikat kantong plastik tersebut dengan rapat, lalu tutup tong dalam waktu kurang lebih 3 minggu
  8. Setelah 3 minggu, anda dapat membuka tong tersebut. Jika ikatan plastik telah dibuka dan tidak lagi tercium bau busuk, maka pembuatan pupuk cair organik tersebut dapat dikatakan berhasil.
  9. Langkah terakhir, anda dapat mengangkat kantong plastik dan ditiriskan. Dengan begitu anda bisa mendapatkan pupuk dalam dua jenis, yaitu pupuk padat yang berada dalam kantong plastik tersebut serta pupuk cair hasil dari tirisan yang siap untuk digunakan setelah dilakukan penyaringan.
Baca Juga :   5 Macam ZPT dan Manfaatnya Bagi Tanaman Terlengkap

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga dapat anda lakukan di rumah dengan mudah. Selain itu, dalam mengaplikasikan pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan air. Komposisi yang dipakai yaitu 1:10, atau 1 liter pupuk cair untuk 10 liter air. Kemudian semprotkan pada bagian tanaman seperti batang atau daun. Anda juga dapat menyiramkan pada media tanam secara langsung.

Keuntungan Menggunakan Pupuk Organik Cair

Penggunaan pupuk organik cair dapat memberikan keuntungan, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak akan menyebabkan perubahan struktur tanah meskipun pupuk cair diaplikasikan beberapa kali
  2. Mengandung bahan pemikat, sehingga larutan pupuk yang akan disiramkan ke tanah dapat secara langsung diserap oleh tanah
  3. Kandungan alkohol hasil dari fermentasi pada pupuk organik cair dapat dipakai untuk sterilisasi tanaman. Pertumbuhan mikroba jahat atau bibit hama dapat dihentikan.
  4. Memiliki kandungan asam giberalat (GA) atau biasa disebut sebagai giberalin yaitu hormone perangsang pertumbuhan tanaman sebagai pemicu munculnya pembungaan secara serempak.

Pada umumnya, pemakaian pupuk organik cair memberikan manfaat yang begitu besar dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Sebagian orang menggunakan pupuk kimia sebagai pembasmi hama tanaman. Namun, alangkah baiknya jika penggunaan pupuk kimia tersebut dapat dikurangi. Hal ini untuk mencegah hilangnya unsur mikro di dalam tanah, agar tidak menyebabkan polusi udara ataupun polusi air.

Nah, itulah Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Rumah Tangga yang memiliki berbagai manfaat bagi tanaman. Penggunaan pupuk organik cair sebagai penyubur tanah sangatlah penting untuk diterapkan. Selain ramah lingkungan, hasil tanaman juga akan terjamin dan dapat dikonsumsi secara langsung. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang dapat kita praktikkan.

Baca Juga :   Cari Tahu, Perbedaan Pupuk Urea Dan Pupuk Za

Baca juga: