Plastida Pada Tumbuhan – Pengertian, Fungsi Beserta Penjelasannya Terlengkap

Posted on

Fungsi Plastida Pada Tumbuhan Terlengkap

Fungsi Plastida Pada Tumbuhan – Kita sebenarnya telah mengetahui hasil ataupun proses fotosintesis yang ada di bumi ini. Hampir semua energy serta material biologi yang ada di dunia ini berasal dari satu proses yaitu fotosintesis. Fotosintesis ini terjadi pada tumbuhan, alga, serta beberapa mikroorganisme lainnya yang mengubah energy matahari menjadi energy kimia dalam bentuk karbohidrat. Karbohidrat yang disintesiskan dari karbondioksida dan air yang sebenarnya merupakan produk buangan yang berasal dari proses respirasi yang dilakukan oleh semua makhluk hidup.

Fungsi Plastida Pada Tumbuhan Terlengkap

Tumbuhan dapat juga disebut sebagai organisme autototrof, yaitu organisme yang bisa mensisntesis makanannya sendir. Hal ini jelas berbeda dengan hewan dan manusia yang masih membutuhkan makanan benda organic (organisme heterotrof). Tumbuhan sudah tidak membutuhkan benda organic untuk mendapatkan nutrisi serta energinya. Sehingga pada jarring-jaring makanan tumbuhan mempunyai peran sebagai produsen, sementara hewan dan manusia sebagai konsumen.

Tumbuhan yang mengalami fotosintesis dilakukan oleh suatu pigmen yang disebut dengan klorofil. Klorofil inilah yang memberikan warna hijau utamanya pada daun. Spesifiknya klorofil terdapat pada otganel sel yang disebut dengan kloroplaas atau plastida. Berikut ini Fungsi Plastida Pada Tumbuhan yang perlu kita ketahui sebagai makhluk hidup.

Struktur Plastida

Kloroplas yang terdapat pada tumbuhan banyak terletak pada jaringan mesofil daun, walaupun ada yang terkonsentrasi pada batang saah satu contohnya yaitu kaktus. Pada setiap sel mesofil terdapat begitu banyak kloroplas yang mengelilingi dalam dinding sel. Berikut struktur utama yang dimiliki oleh kloroplas.

Baca Juga :   Jajar Legowo (4:1) Cara Efektif Menghemat Pengunaan Pupuk Tanaman Padi

– Membrane plastida, merupakan membrane pembungkus yang memiliki peran untuk melindungi plastida dan sebagai barrier untuk system transport. Membrane ini terdiri dari dua lapis yang dipisahkan oleh ruang intermembran.

  • Stroma, adalah cairan kental yang mengisi ruangan intermembran. Dalam cairan stroma terdapat DNA plastida, riboson, sera banyak enzim. Di tempat ini juga sebagi tempat terjadinya reaksi gelap.
  • Membrane tilakoid, merupakan struktur membrane yang melipat dan memiliki bentuk kantung-kantung dalam plastida. Struktir lipatan tersebut kemudian membentuk ruangan yang disebut sebagai ruang tilakoid.
  • Grana, merupakan tumpukan dari kantung tilakoid. Grana inilah yang menjadi struktur terpenting dalam kloroplas karena menjadi tempat berlangsungnya reaksi terang dan sebagai tempat klorofil yang dapat menangkap energy matahari.
  • DNA plastida, merupakan materi genetic yang isinya berupa kode pencetak protein. Beberapa protein disintesis dari kode DNA plastida, dan tidak pada DNA inti.

Fungsi Plastida dalam Proses Fotosintesis

Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang Fungsi Plastida Pada Tumbuhan.

  • Plastida berfungsi dan berperan dalam proses fotosintesis yang dilakukan oleh kloroplas sebagai unit yang mengandung cukup banyak pigmen klorofil untuk proses fotosintesis.
  • Berperan dalam perubahan warna, dalam fungsi ini plastisida sangat erat kaitannya dengan pengaruhnya dalam proses penyerbukan serta penyebaran biji pada tumbuhan. Terjadinya perubahan warna akan menyebabkan organisme seperti halnya serangga akan berminat untuk melakukan penyerbukan. Maka dari itu telah banyak ditemukan plastida jenis kloroplas pada bunga.
  • Plastida berperan dalam meningkatkan penyimpanan cadangan makanan. Dalam hal ini fungsi plastida diperankan oleh kloroplas dan leukoplas. Perubahan kloroplas menjadi kromoplas akan mengakibatkan peningkatan kemampuan jaringan serta sel dalam menyerap bahan-bahan yang larut dalam air seperti halnya karbohidrat.
  • Berperan dalam proses penyimpanan makanan. Dalam hal ini fungsi plastida diperankan oleh kromoplas dalam jumlah yang sedikit dan leukoplas seperti amiloplas yang berfungsi untuk menyimpan amilum, elaiplas untuk lipid atau lemak dan proteinoplas berfungsi untuk menyimpan protein.
  • Produksi asam amino serta protein yang dilakukan oleh leukoplas.
  • Sebagai tempat terjadinya reaksi terang yang cukup penting dalam proses pembentukan makanan. Dalam hal ini tentu saja prosesnya terjadi di kloroplas.
Baca Juga :   3 Jenis dan Syarat Pupuk Kelapa Sawit Yang Bagus Dan Berkualitas

Lebih jelasnya fungsi dari plastida dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

1. Pada reproduksi tumbuhan

Pada reproduksi tumbuhan plastida berfungsi sebagai penyimpanan makanan yang berupa leukoplas dan kromoplas. Selain itu berperan juga dalam perubahan warna daun, seperti halnya warna hijau yang dapat memberi efek fotosintesis dalam tanaman tersebut.
Plastida ini menjadi organel utama yang dapat ditemukan pada tanaman serta alga. Dimana plastida mempunyai fungsi untuk proses fotosintesis serta untuk sintesis asam lemak bahkan juga terpen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Berdasarkan morfologinya plastida dapat diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas, serta kromopas.

2. Pada sel tumbuhan

Sementara didalam tumbuhan, plastida dapat dibagi mejadi beberapa bagian berdasarkan fungsinya pada sel, yaitu:
a. Kloroplas atau juga disebut sebagai klorofil merupakan zat hijau yang berperan penting dalam proses fotosintesis.
b. Kromoplas adalah bagian plastida yang berwarna kuning, jingga, ataupun merah karena mengandung beta karoten yang berfungsi dalam sintesis pigmen.
c. Gerontoplas mempunyai fungsi untuk mengontrol pembongkaran hasil fotosintesis.
d. Leukoplas ini merupakan bagian plastida yang tidak mempunyai warna. Leukoplas dapat juga berubah menjadi bagian plastida yang lebih terkhusus, seperti amiloplas, elainoplas, dan proteinoplas.

3. Pada tumbuhan alga

Sementara pada tumbuhan alga istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastida yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dengan leukoplas yang ada pada tumbuhan. Plastida pada alga mungkin saja juga berbeda dengan plastida yang ada pada tumbuhan, yang mana pada alga berisikan perinoid.
Sedangkan plastida sendiri berasal dari endosymbiosis sianobakteri. Pada alga hijau serta tumbuhan disebut sebagai kloroplas, rhodoplas sebutan pada alga merah serta sianelles. Plastida ini dibedakan atas pigmennya, namun juga pada ultrastrukturnya.

Baca Juga :   5 Jenis Pupuk "Paling Banyak di Gunakan" Untuk Tanaman Lada Beserta Penjelasannya Lengkap

Nah, itulah penjelasan menganai Fungsi Plastida Pada Tumbuhan. Dimana plastida ini berfungsi dan berperan penting dalam proses fotosintesis pada tumbuhan ataupun alga. Semoga uraian tersebut dapat memberikan manfaat.

Baca juga:

Cara Merawat Ayam Bangkok Super Jalu Supaya Menang Terus

Cara Menanam Buah Tin Agar Berbuah Lebat