Cara “Paling Mudah” Menanam Jagung Hibrida Agar Hasil Melimpah

Posted on

Cara Menanam Jagung Hibrida Supaya Hasil Melimpah

Cara Menanam Jagung Hibrida – Hampir semua masyarakat Indonesia pasti mengenal jagung. Jagung adalah salah satu tumbuhan dari jenis zea yang bisa diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan. Jagung hibrida adalah salah satu jenis jagung yang keturunan langsung (F1) dari hasil persilangan 2 atau lebih varietas jagung. Di mana varietas tersebut memiliki sifat-sifat unggul dari masing-masing varietas yang telah disilangkan.

Cara Menanam Jagung Hibrida Supaya Hasil Melimpah

Berikut penjelasan langkah-langkah cara menanam jagung hibrida, yaitu :

1. Persiapan Lahan

Tanaman jagung sebenarnya bisa ditanam didaerah dataran rendah maupun tinggi. Tapi jika perawatannya sama-sama optimal maka hasinya akan sedikit lebih baik jika ditanam didataran rendah (kurang dari 150 m diatas permukaan laut).
Secara umum lahan yang baik untuk ditanami jagung memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Terpapar langsung cahaya matahari minimal 8 jam per hari
  • Memiliki kadar keasaman tanah (pH) 5,5-7,5
  • Memiliki cukup kandungan unsur hara
  • Dekat dengan sumber air untuk penyiraman (penting)
  • Tanahnya gembur (bisa dibajak terlebih dahulu agar gembur)
    Langkah selanjutnya setelah memenuhi kriteria diatas dilakukan penyiangan, pemangkasan cabang yang menghalangi cahaya, dan pemasangan sumur untuk penyiraman

2. Penggemburan Tanah

Tujuan penggemburan tanah untuk meratakan kandungan unsur hara dalam tanah dan memudahkan perkembangan akar dalam menyerap nutrisi dalam tanah. Untuk menggemburkan tanah, anda bisa menggunakan cangkul atau mesin bajak tanah modern. Cacah dan gemburkanlah seluruh permukaan tanah di lahan yang akan ditanami sembari dibentuk alur-alur untuk pemberian pupuk dasar.

Baca Juga :   Panduan Cara Budidaya Jagung Manis, Perawatan Hingga Panen Berbuah Besar

3. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian pupuk dasar yang digunakan sebaiknya adalah campuran pupuk organik dan pupuk kimia. Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk kandang bisa kotoran ayam, kotoran sapi, atau kotoran kambing.
Anda juga bisa menggunakan pupuk organik butiran yang banyak dijual di toko pertanian. Yang paling bagus adalah kotoran kambing. Sedangkan pupuk kimianya menggunakan NPK. Bisa ditambahkan ZA atau Urea pada musim kemarau. Perbandingan pupuk kandang dan kimianya adalah 40 : 1 hingga 50 : 1 yaitu tiap 40 ember pupuk kandang maka diberi 1 ember pupuk NPK.

4. Persiapan Bedengan

Setelah bedengan terbentuk diatas tanah langkah selanjutnya buatkan lubang tanamnya. Anda bisa menggunakan bantuan kayu untuk ditancap-tancapkan ke bedengan agar meninggalkan lubang kira-kira sedalam 3-5 cm. Lubang tadi dibuat rata sepanjang alur bedangan. Setelah lubang terbetuk kini bedengan siap untuk ditanami biji jagung.

5. Penanaman Benih Jagung

Setelah bibitnya didapat maka selanjutnya tanamkan pada lubang yang sudah dibuat disepanjang bedengan. biji yang ditanamkan ialah 2 biji per lubang dan kemudian ditutup tanah. Setelah ditutup maka ditunggu tumbuhnya yaitu bisa 4 samapi 7 hari. Setelah biji jagung tumbuh sekitar 5 cm-10 cm maka selanjutnya dilakukan parawatan tanaman secara berkala hingga tiba masa panen nanti.

6. Penyiraman

Pada minggu pertama setelah jagung tumbuh sekitr 10 cm maka lakukan penyiraman. Pastikan seluruh tanah bedengan basah. Penyiraman jagung ini dilakukan seminggu sekali dan jangan sampai telat.
Apalagi ketika tanaman jagung mulai berbuah, suplai air harus terus dijaga agar ukuran dan berat biji jagung nantinya. Pekerjaan menyiram ini akan memakan banyak waktu karena semakin luas lahannya maka semakin banyak yang disiram. Maka dari itu jangan membuat bedengan yang terlalu tinggi ditanah kering karena nantinya air akan cepat kering.

Baca Juga :   Literatur Teknis Budidaya Jagung Manis (Zea mays saccharata)

7. Penyiangan

Penyiangan dilakukan secara rutin pada awal sebelum tanaman jagung ini tumbuh tinggi. Anda bisa melakukan penyiangan dengan interval 2-3 minggu sekali. Bagian yang disiangi adalah sela-sela bedengan (tempat aliran air) dengan menggunakan cangkul. Usahakan agar tanaman sudah disiangi sebelum diberikan pupuk susulan.

8. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman berusia sekitar 1 bulan. Caranya bisa di taburkan di sela-sela bedengan berbarengan dengan penyiraman atau ditaburkan diaantara tanaman kemudian ditutup dengan tanah dari samping bedengan bersamaan dengan waktu penyiangan (dangir).

Gunakanlah pupuk NPK yang dicampur dengan ZA perbandingannya 3:1 dengan total pupuk separuh/disamakan dengan jumlah pupuk kimia yang digunakan sebagai pupuk dasar sebelumnya. Dengan penambahan pupuk susulan ini nantinya akan memaksimalkan ukuan jagung.

9. Penanggulangan Hama

Hama yang paling sering ditemui adalah pengerek batang, ulat, uret, dan orong-orong. Jika serangan hama terjadi diatas batas wajar maka segera ambil tindakan penanggulangan yaitu menggunakan insektisida.
Anda bisa membeli insektisida di toko pertanian disesuaikan dengan serangga yang menyerang. Pastikan anda telah membaca petunjuk keamanan dan penggunaan sebelum menggunakan insektisida tersebut.

10. Panen Jagung Hibrida

Panen Jagung tentunya dibedakan dari tujuan jualnya. Bagi jagung yang ingin dijadikan jagung rebus maka dipanen yang baik diambil pada saat jagung berusia sekitar 65 hari. Ciri-ciri jagung yang sudah tua adalah daunnya sudah mulai mengering. Warna kulit pada pembungkus tongkol jagung menjadi putih akibat menua. Hal itu biasa terjadi pada saat Jagung hibrida berusia mendekati 90 hari. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Pangkas bagian atas tanaman jagung supaya cahaya matahari bisa mencapai bagian buah.
  • Kupas kulit buah jagung dan biarkan biji jagungnya terpapar sinar matahari.
  • Tunggu beberapa hari (sekitar 1 minggu) hingga biji jagung terlihat sudah kuning menyala dan kering keras.
  • Jagung keudian dipanen bersama tongkolnya dan dipisahkan dari kulit pembungkusnya.
  • Jagung dijemur kembali beserta tongkolnya diterik matahari (sekitar 2-3 hari)
  • Giling jagung dengan mesin giling untuk dipisahkan dari bijinya.
  • Tempatkan dalam wadah seperti karung dan sebagainya kemudian simpan di tempat yang kering dan teduh
Baca Juga :   Cara Budidaya dan Perawatan Ubi Jalar Hasil Yang Menguntungkan

Itulah beberapa Cara Menanam Jagung Hibrida yang bisa anda lakukan. Semoga artikel ini bisa membantu anda untuk memulai berkebun.

Baca juga: