Cara Mengatasi Hama Embug Paling Efektif

Posted on

Cara Mengatasi Hama Embug Paling Efektif

Cara Mengatasi Hama Embug Paling Efektif – Mungkin bagi sebagian dari kalian nama hama tanaman yang satu ini masih terdengar asing di telinga. Namun sebenarnya binatang embug ini memiliki berbagai nama di berbagai daerah dan mungkin yang paling populer sering disebut uret.

Nama lain dari embug adalah engkuk. Secara ilmiah binatang ini juga memiliki nama latin yaituLepidiota Stigma. Embug sendiri sebenarnya merupakan larva dari kumbang yang hidup di dalam tanah dengan memakan berbagai sumber nutrisi organik sebelum akhirnya dia bermetamorfosis menjadi kumbang dan terbang.

Diketahui bahwa keberadaan hama embug ini dengan populasi yang tak terkendali pada suatu perkebunan dapat mengakibatkan rusaknya perakaran tanaman karena dimakan oleh hamaembug ini. Tanaman yang biasa diserang embug adalah tebu, jagung, singkong, ubi, pisang, pepaya, nanas, cabe dan lainnya. Oleh karena itu hama embug ini dianggap sebagai hama yang sangatlah merugikan bagi petani. Pada artikel ini berikut akan kami bahas mengenai cara mengatasi hama embug pada tanaman.

Perhatikan tata cara mengatasi hama embug pada tanaman yaitu sebagai berikut:

1. Mengenal Hama Embug

Hama embug atau uret ini sangatlahmenyukai tanah gembur seperti pasir dan juga tanah liat berpasir.
Hama ini tidak ditemui pada tanah liat yang keras dan pada lumpur (kecuali pada tumpukan jerami yang telah menjadi kompos). Hama embug membutuhkan tanah yang lembab untuk bertahan hidup sehingga hama ini menyerang ganas saat musim hujan dan jarang ditemukan kasus serangan hebat saat musim kemarau.

Baca Juga :   11 Cara Membasmi Hama Ngengat Secara Alami "Paling Efektif"

Namun meski di musim kemarau, tanah yang sering disiram dan basah masih bisa ditemukan hama embug ini.
Hama embug sebenarnya memakan berbagai bahan organik yang ada dalam tanah yang mengandung nutrisi bagi dirinya seperti sisa pengomposan bahan organik. Akan tetapi jika dia menemukan akar tanaman muda yang mengandung banyak nutrisi maka dia akan memilih untuk memakannya karena di dalam akar tanaman terkandung banyak nutrisi dan cairan yang akan mempercepat pertumbuhan tubuh hama embugitu sendiri.

Tanah yang telah diolah tanpa perlakuan insektisida tabur akan lebih berpotensi dihuni oleh hama embug. Dan jika kalian melakukan penyiangan total maka satu-satunya akar yang menjadi sasaran hama embug adalah akar tanaman budidaya kalian.

2. Mengatasi Hama Embug Dengan Insektisida Tabur

Kini sudah dikembangkan berbagai cara yang efektif untukmengendalikan populasi hama embug dan salah satu yang paling populer adalah dengan menggunakan insektisida tabur.
Kini telah banyak dijual insektisida tabur baik yang bersifat kontak seperti Diazenon dan Marshal maupun yang sistemik yaitu seperti Furadan. Aplikasi insektisida tabur ini dilakukan pada saat pengolahan lahan bersamaan dengan penaburan pupuk dasar.

Penggunaan insektisida tabur ini benar-benar efektif untuk membunuh hama embug dan telur kumbang yang ada di dalam tanah. Perlu diingat untuk memperhatikan dosis penggunaan insektisida tabur ini supaya sesuai dengan dosis yang tertera pada label kemasan. Penggunaan insektisida tabur yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan perakaran tanaman serta menurunkan kesuburan tanah.

3. Mengatasi Hama Embug Dengan Pengkocoran Insektisida Karbofuran

Pada kenyataannya meski telah mengaplikasikan insektisida tabur sekalipun serangan hama embug masih tetap terjadi pada satu atau pun dua tanaman.
Sebagian besar petani masih bisa mentolerir hal tersebut, akan tetapi bagi petani yang mengharapkan hasil yang optimal maka mereka akan segera mengambil tindakan susulan yaitu dengan menambahkan pengkocoran insektisida kontak berbahan aktif karbofuran pada pangkal di tiap tanaman.

Baca Juga :   Pengendalian Hama Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill)

Teknik ini biasanya diaplikasikan pada tanaman muda yang berusia dibawah satu bulan. Penggunaan kocoran insektisida karbofuran ini dapat dilakukan bersamaan dengan pemupukan kocor pertama sehingga akan lebih efisien waktu dan juga tenaga. Teknik ini akan langsung menjaga area perakaran tanaman sehingga akan terbebas dari serangan hama embug.

4. Mengatasi Serangan Hama Embug dengan Insektisida Sistemik

Insektisida sistemik selama ini dikenal efektif untuk melindungi seluruh bagian tanaman dari serangan hama serangga termasuk bagian pada akar tanaman.
Kinerja insektisida sistemik yang disemprotkan pada tanaman adalah terserap oleh tanaman menuju jaringan dalam dan diedarkan ke seluruh bagian tanaman termasuk di bagian akar tanaman.
Embug yang memakan bagian akar tanaman akan langsung teracuni dan sakit hingga akhirnya dia akan mati. Untuk insektisida sistemik yang banyak dipakai oleh kalangan petani yaitu insektisida berbahan aktif imadikoplorid. Ada banyak merek dagang dari insektisida imadikoploridyaitu seperti interprid, besvidor, dan confidor.

5. Mengatasi Serangan Hama Embug Menggunakan Jamur Metarhizium Anisopliae

Jamur metarhiziumanisopliaeadalah jamur musuh para serangga dan nematoda tanah. Jamur ini merupakan parasit yang menginfeksi para serangga dengan jalan kontak fisik.
Larva serangga dan juga nematoda termasuk dalam hama embug yang terkontaminasi akan dihinggapi oleh jamur metarhiziumanisopliae ini yang dimana jamur akan tumbuh ditubuh serangga dan meluas ke seluruh bagian tubuh serangga hingga perlahan serangga akan sakit lalu dia mati.

Embug yang mati akan menjadi media tumbuhnya jamur metarhiziumanisopliae dan akhirnya akan diuraikan menjadi bahan organik yang berguna untuk menyuburkan tanah. Pengaplikasian jamur metarhizium ini sebaiknya dilakukan pada saat pengkomposan bahan organik pupuk dasar seperti pada pupuk kandang. Nantinya akan menjadi pupuk organik bagi tanaman budidaya. Cara ini sangat efisien dan ramah lingkungan sehingga akhir-akhir ini mulai dipopulerkan.

Baca Juga :   11 Cara Untuk Membasmi Hama Ngengat yang Paling Efektif

Itulah pembahasan tentang Cara Mengatasi Hama Embug Paling Efektif. Dengan memberantas hama embug ini, kita bisa melindungi perakaran tanaman di kebun. Semoga bermanfaat.dalam tanah.

Baca juga: