Cara Menyambung Pohon Pisang Dengan Mudah

Posted on

Cara Menyambung Pohon Pisang Dengan Mudah

Cara Menyambung Pohon Pisang – Di Negara Indonesia banyak tanaman pisang yang dapat tumbuh dengan baik. Tanaman pisang ini dapat tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Jika menginginkan pertumbuhan pohon pisang yang bagus dengan kualitas buah yang baik maka harus menentukan suhu yang tepat. Suhu yang bagus dan cocok untuk pertumbuhan tanaman pisang yaitu berkisar diantara 27 – 38 derajat celcius dengan pH tanah 4.5 – 7.5. Mengenai curah hujan yang dibutuhkan untuk tanaman pisang atau tanaman lainnya, umumnya membutuhkan curah hujan tahunan yaitu antara 2000 – 2500 mm atau kisaran 100 mm/bulan.

Cara Menyambung Pohon Pisang Dengan Mudah

Apabila di daerah anda mengalami kekeringan melebihi 3 bulan seperti sekarang ini, maka sebaiknya tanaman pisang yang anda tanam dibantu dengan pengairan agar dapat tumbuh dengan baik. Pengairan tersebut juga bertujuan untuk meningktakan produksi tanaman pisang agar dapat menghasilkan buah yang berkualitas. Saat ini produksi pisang yang ada di Indonesia masih terbilang cukup rendah dan belum dapat bersaing di pasar internasional. Hal ini disebabkan peminat dari produksi pisang masih minim.

Beberapa orang beranggapan bahwa membudidayakan pohon pisang sulit dilakukan. Namun, perlu anda ketahui bahwa terdapat beberapa cara untuk membudidayakan tanaman pisang agar dapat tumbuh. Salah satu caranya yaitu dengan menyambung batang pohon pisang.

Mungkin dari anda sempat bertanya-tanya Cara Menyambung Pohon Pisang, apakah bisa? Padahal pohon pisang tidak berkayu. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut akan kami uraikan berikut ini.
Menyiapkan Bibit Pohon Pisang

Baca Juga :   Cara Mudah Menanam Durian Montong Agar Cepat Berbuah

Hal utama yang perlu anda siapkan tentu saja bibit pohon pisang. Anda dapat menyiapkan bibit yang telah anda beli atau dari kebun anda sendiri. Selanjutnya tentukan dimana anda akan menanamnya. Jangan sampai anda salah lahan dan menanamnya di lahan tetangga. Sebab apabila di lahan lain dikhawatirkan akan ada orang lain yang memanen hasil tanam yang telah dilakukan. Berikut ini langkahnya:

• Pertama, potong pohon pisang dari induknya
• Selanjutnya bersihkan tanah yang menempel pada akar pohon pisang terlebih dahulu.
• Kemudian simpanlah bibit tersebut di tempat yang teduh, kurang lebih selama satu hingga dua hari agar luka pada umbi mongering.
• Jangan lupa untuk membuang pelepah daun atau dapat juga dipotong pada ujung bagian atas.

Pentingnya Lubang Dan Pemupukan

Setelah menyiapkan bibit pohon pisang, lanjutkan untuk membuat lubang tanaman. Umumnya ukuran untuk penanaman membutuhkan ukuran 30 x 30 x 30 cm persegi. Akan tetapi, tidak menjaid maslah apabila anda hanya dapat membuat lubang tanam dengan ukuran kurang dari 5 cm. Proses tanam ini sebaiknya anda lakukan pada waktu menjelang musim hujan. Di Negara Indonesia musim hujan akan memasuki bulan September atau Oktober. Namun saat ini pergantian musim tidak menentu. Jangan lupa pada lubang tanam berikan pupuk organic di bagian dasar lubang tanam.

  • Anda dapat menggunakan pupuk kandang ataupun kompos dengan takaran sebanyak 10 hingga 15 kg. Hal ini disebabkan pemupukan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari buah nantinya.
  • Anda juga perlu memperhatikan posisi penanaman dan penyambungan bibit pohon pisang yang mana harus dalam keadaan posisi tegak. Anda juga perlu melihat arah bonggol yang dipotong ke indukannya haruslah satu arah.
Baca Juga :   Kenapa Bunga Buah Naga Gagal Menjadi Buah? Inilah Cara Mengatasinya

Pemotongan Anakan

Ketika pohon pisang yang ditanam telah keluar anakannya, dibutuhkan dalam satu rumpun terdiri empat batang. Disebabkan pemotongann anakan dalam satu rumpun akan berbeda-beda umur. Misalnya, setelah kisaran waktu lima tahun rumpun akan dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. Selanjutnya anda perlu melakukan langkah sebagai berikut:

  • Pemangkasan daun-daun yang mulai mongering agar tanaman dan sanitasi lingkungan tetap terjaga kebersihannya. Pemangkasan ini dapat anda lakukan di setiap waktu pada area pohon pisang.
  • Pemupukan pohon pisang dapat anda lakukan setiap eam bulan sekali menggunakan pupuk urea.
  • Buatlah larikan sekitar pohon pisang selanjutnya tutup dengan tanah
  • Jangan lupa untuk melakukan pengairan dengan menyiramnya atau dengan mengisi saluran air yang telah anda buat di antara barisan tanaman pisang.
  • Kemudian jantung pisang yang telah berjarak dari sisir buah terakhir harus dipotong. Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan buah tidak terhambat.
  • Jika perlu anda dapat menyangga batang pohon isang dengan menggunakan bambu yang dibenamkan sekitar 30 cm ke dalam tanah.

Menyambungkan Ketika Telah Cukup Umur

Pada umumnya kebanyakan pohon pisang akan mulai berbuah pada umur satu tahun. Umur dan bentuk dari buah pisang juga akan ditentukan ketika telah tiba waktu panen. Ciri yang dapat digunakan untuk menentukan masa panen yaitu jika siku-siku buah telah bulat. Selain itu, ketika buah pisang telah dipanen dengan tandanannya maka lebih baik disimpan dalam posisi terbalik agar getah langsung menetes ke bawah tanpa mengotori buahnya. Berikut ini Cara Menyambung Pohon Pisang dengan langkah-langkah yang perlu anda perhatikan.

  • Apabila anda telah berhasil menanam pohon pisang dan mengembangkan bibitnya, selanjutnya carilah pohon yang bagus dan pangkas agar tumbuh tunas baru.
  • Kemudian iris tunas yang memanjang tersebut ke atas setelah tunas tumbuh agak besar. Tapi iris jangan sampai putus dan iris setengahnya.
  • Setelah diiris ganjal irisan tunas dengan dahan kayu agar irisan tersebut tidak menyatu kembali
  • Selanjutnya bungkus dan tutup irisan dengan memakai tanah
  • Terakhir, apabila telah tumbuh, maka anda dapat langsung memotongnya dan dipindahkan ke media tanam.
Baca Juga :   Cara Budidaya Wijen Yang Bernilai Ekonomi

Demikian uraian mengenai Cara Menyambung Pohon Pisang yang dapat anda lakukan untuk memperbanyak pohon pisang di kebun anda. Semoga uraaian ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan informasi.

Baca juga: