10 Cara “Paling Mudah” Budidaya Ayam Hutan Hijau Terlengkap

Posted on

10 Cara Budidaya Ayam Hutan Hijau Terlengkap

10 cara budidaya ayam hutan hijau – kali ini akan kami bagikan seputar hewan peliharaan yang tidak jauh berbeda dari yang biasanya, yaitu tentang ayam. Pastinya kalian sudah tak asing lagi kan mengenai ayam hutan hijau yang istilahnya terkenal dengan ayam alas. Nah, berikut ini kami bagian sedikit tips 10 cara budidaya ayam hutan hijau.

10 Cara Budidaya Ayam Hutan Hijau Terlengkap

1. Ciri fisik

Saat proses budidaya, pastinya kalian wajib memahami dulu apapun ciri fisik ayam hutan hijau supaya kalian dapat memilih bibit yang letaknya paling baik, ciri ini diantaranya :

  • Jengger tak bergigi, bentuknya bulat serta tengahnya merah kebiruan
  • Bulu pada bagian kepalanya warna biru, coklat dan hitam
  • Bulu pada area leher warnanya hijau berkilauan dan nampak seperti sisik ikan
  • Bulu penutup pinggul panjangnya meruncing kilau keemasan, ekornya warna kehijauan maupun kebiruan dan sisi bawahnya hitam
  • Ukuran tubuh bervariasi, warna kaki kekuningan maupun abu bening dan iris merah serta paruhnya abu abu.

2. Bibit yang berkualitas

Sesudah memahami tentang ciri fisik ayam hutan hijau ini, sekarang wajib memahami ciri anakan maupun bibit ayam hutan hijau yang mana bibitnya ini menentukan hasil budidaya yang kalian jalankan.
Bibit ayam ini mempunyai warna coklat tua dikepalanya serta bagian tengah tubuh warnanya hitam campur coklat tua. Cerat warna hitam pad amata sampai telinga dengan warna hitam tegas dan tak putus. Di usia 1 hari sampai dengan 1 bulan mempunyai bulu di mantel serta leher kecil memanjang.
Di anakan ayam betina ini warnanya cenderung kuning keputihan, sementara anakan ayam yang jantan mempunyai bulu mirip mantel kepala serta leher warnanya hijau mengkilap.

Baca Juga :   6 Cara Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil "Pasti Berhasil"

3. Syarat lokasi

Ayam hutan hijau ini dialam bebas dengan hidup di pinggir hutan, dan mempunyai perangai yang liar serta takut denga keramaian. Walaupun dipeliahara sejak kecil namun bukan berarti bahwa ayam jenis ini mudah dijinakkan. Penjinak pun dilakukan secara ulet serta tekun karena mempunyai sfat alami agresif.

4. Kandang

Untuk jenis kandang ayam ini berikan lapisan karung pada bagian atapnya jadi saat ayam ini agresif serta melompat, maka kepalanya tak terluka. Jangan langsung memasukkan ayam tersbeut kekandang besar karena akan menyulitkan saat menangkan maupun merawatnya. Segeralah berikan ayam dengan banyak 2 ekor pertama kalinya supaya menjadi tenang. Bila ayam ini ketakutan maka tutulah kandang menggunakan koran.

5. Pakan ayam alas

Berikanlah pakan yang halus maupun veor burung halus supaya mudah dicerna oleh ayam ini jadi ayam ini mempunyai perkembangan tubuh baik dan terhindar dari penyakit diare. Berikan biji bijian maupun jangkrik yang sudah dihaluskan supaya ayam ini tak bosan mempunyai menu yang bervariasi.

6. Vaksin

Ayam hutan yang kerap terjangkit sakit snot serta berak darah saat sebelum dewasa ini harus diberikan vaksin lebih dulu jadi mempunyai kekebalan tubuh baik semenjak ia muda dan juga terhindar terhadap penyakit ini saat dewasa. Pastikan pula vaksin diberikan serta dapat memberikan perlindungan terbaik.

7. Vitamin alami

Jahe, kencur dan temulawak merupakan bahan bahan terbaik guna menjaga kehangatan tubuh ayam ini. Berikanlah vitamin dengan berkala setidaknya 1 minggu sekali yang bercampur dengan pakannya. Jadi ayam ini jauh terhadap stress dan selalu dalam keadaan tubuh baik.
Vitamin alami yang memberikan sbeuah kekuatan untuk ayam ini dapat memberikan adaptasi di seluruh situasi lingkungan khususnya di musim pancaroba maupun musim hujan yang dalamnya ada banyak kuman penyakit dan terkena pada ayam. Dengan memberikan vitamin alami rutin maka kekebalan tubuh pada ayam ini akan meningkat.

Baca Juga :   12 Manfaat Ulat Jerman untuk Burung Cendet

8. Perawatan harian

Di usia 1 atau 4 bulan, maka anakan ayam ini harus dijemurkan selama 2 jam sehari serta diberikan ekstra fooding berbentuk jangkrik selama pagi dan sore. Supaya kalian dan ayam hutan ini semakin dekat dan ayam hutan ini jinak, maka berikanlah jangkrik langsung tangan kalian dan membiasakan untuk diajak bermain serta dielus.

9. Cara memandikan

Ayam ini bisa dimandikan dengan menyemprotkan air lalu membiarkannya berjemur guna mengeringkan diri dengan alami, kebersihan tubuh ayam ini guna menjaga kesehatannya meningkat serta terbebas stress. Mandikan ayam ini kurang lebih seminggu sekali.

10. Pengkawinan

Di dalam sebuah proses budidaya, pastinya kalian ingin menghasilkan ayam lebih banyak dan bisa berkelanjutan memberikan hasil yang diinginkan. Bila kalian ingin mengawinkan, maka pastikan indukannya jenis ini sehat dan berkualitas, yaitu mempunyai fisik sempurna dan nafsunya makan ini baik.
Kedua indukan bisa disatukan di dalam 1 kandang serta biarkan mereka mendekat dengan sendirinya dengan alami maka ayam ini tertarik satu sama lainnya dan mengwin sampai menelur.

11. Masa panen

Di dalam masa panennya ayam ini bisa menghasilkan ayam yang baik dan bisa dijual. Secara umum bila memunyai kualitas baik dapat laku sampai 1 atau 2 juta jadi bisa memberikan keuntungan manarik. Sehingga, rawatlah dan berikan keperluannya secara tepat supaya bisa mencapai hasil paling baik.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan, mengenai 10 cara budidaya ayam hutan hijau. Semoga menambah wawasannya yang berkualitas juga serta sebagai pandungan paling baik di dalam membudidayakan ayam hutan hias. Pastinya hasil yang diperoleh pun sesuai apa yang kalian usahakan yaitu pakan berkualitas serta perwatan paling baik. Akhir kata penulis ucapkan banyak terima kasih.

Baca Juga :   7 Panduan Sukses Budidaya Burung Belibis Untuk Pemula

Baca juga: