12 Cara “Sukses” Budidaya Udang Hias Bagi Pemula

Posted on

10 Cara Budidaya Udang Hias Bagi Pemula

10 cara budidaya udang hias bagi pemula – udang hias merupakan jenis udang yang warnanya cerah unik dan tampak indah sekali jadi bernama udang hias. Udang hias ini harganya lumayan, sehingga dapat dipakai lahan bisnis yang cocok untuk dibudidayakan. Berikut ini ada 12 cara budidaya udang hias bagi pemula.
Namun, udang hias asalnya dari asia yang kurang cocok pH airnya sebab dapat mengakibatkan udang stress maupun mati. Berikut ini 10 cara budidaya udang hias bagi pemula dengan baik dan benar, diantaranya :

10 Cara Budidaya Udang Hias Bagi Pemula

1. Memilih mitra hidup

Untuk mitra hidup udang matetank atau hias udang hias terbilang lumayan sulit. Bila tempat budidaya lumayan besar serta ada ikan yang ukurannya lumayan besar, maka udang hias akan kerap bersembunyi sebab merasa terancam. Untuk sejumlah jenis ikan hias yang dapat hidup bersama udang hias antara lain ikan tetra, ikan plati, dan sejumlah jenis udang hias lain. Sementara jenis ikan yang tak boleh disatukan udang ialah ikan cupang, ikan catfish dan ikan cichlid sebab dapat membunuh udang hias.

2. Persiapan mitra hidup

Untuk mitra hidup udang hias ini atau matetank udang hias terlihat sulit. Bila tempat budidaya lumayan besar dan ada ikan yang ukurannya kecil, maka udang hias ini akan kerap bersembunyi sebab merasa terancam. Untuk sejumlah jenis ikan hias hidup bersama udang hias antara lain ialah ikan plati, ikan tetra dan masih banyak lainnya.

Baca Juga :   Ciri-Ciri Jalak Kebo Jantan Masih Muda

3. Persiapan tempat budidaya

Udang hias memerlukan tempat hidup di dasar air dan memerlukan tempat guna bersembunyi misalnya di bebatuan misalnya budidaya untuk udang air tawar di aquarium. Selain tersebut, udang hias pun aka berganti dengan kanibalisme jadi banyak hal yang perlu disiapkan, misalnya :

• Tempat budidaya udang hias dapat berwujud aquarium, bak maupun kolam semen. Tempat budidaya udang hias perlu diupayakan bentuknya memanjang maupun lebar dan tak terlalu tinggi sebab udang adalah hewan hidup di dasar air.
• Bila tak ingin memakai tanaman air, maka dapat menggantinya dengan pasir malang yang berpijak serta tempat makanan udang berkumpul.
• Tambahkan bebatuan maupun pipa paralon yang berfungsi untuk tempat berlindung.
• Aerator pun perlu ditambahkan karena udang hidup dalam dasar air jadi aerator ini digunakan untuk suplai oksigen udang hias.

4. Memasukkan udang hias

Pada waktu memasukkan udang hias, sebaiknya aquarium maupun wadah budidaya telah teruji kimia karena udang hias rentan dari perubahan yang terlalu cepat. Gunakan jaring jala yang lunak guna memindahkan didalam tempat budidaya dengan berhati-hati. Pastikan ula menutup bagian atasnya jaring menggunakan tangan agar udang hias tak melompat.

5. Pakan udang hias

Untuk pakannya dapat berbentuk cacing beku, berlumut serta pelet khususnya ini tenggelam hampir sama dengan budidaya lobster air tawar. Pemberian pakan tersebut dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore dengan takaran pas. Jangan memberikan pakan yang terlalu banyak karena dapat mencemari air serta berpengaruh terhadap kesehatan udang. Akan tetapi untuk sejumlah jenis udang hias berbeda dalam jensi pakannya.

6. Pergantian kulit udang hias

Molting maupun pergantian kulit ikan ini dialami ketika udang bertambah besar karena cangkangnya di bagian luar udang tak bertambah beasr sebab menyusun senyawa chitin keras serta tak elastis. Semakin seringnya udang hias ini menggant kulit maka makin cepat pula petumbuhannya. Akan tetapi, pada waktu udang hias ini molting, maka keadaannya akan makin rentan serta udang akan menyerap kalsium magnesium lumayan tinggi guna mempercepat proses dari molting. Sehingga kondisinya ini akan makin rentan serta udang pun menyerap kalsium dan magnesium lumayan tinggi guna mempercepat proses molting.

Baca Juga :   2 Jenis Burung Beo Di Indonesia dan Karakteristiknya Lengkap

7. Pergantian air

Tempat budidaya udang ini perlu diganti minimal 30% di setiap minggunya. Selain tersebut, dechlorinate pun perlu dijalankan karena udang hias sensitif sekali dengan logam berat dan klorin. Air yang akan dipakai mengganti kolam seharusnya disiapkan sebelumnya dan berikanlah dechlorinator supaya senyawa beracun ini akan terpecah serta hilang.

8. Alas dan habitat tempat budidaya

Untuk memilih alas dari tempat budidaya udang hias, maka dapat memakai pasir halus guna substrat serta jangan menggunakan kerikil besar. Selain tersebut, dapat ditambahkan pula menggunakan kayu maupun batu karang guna bermain. Untuk pH airnya ini yang ideal ialah 6.2 sampai 7.3 serta bersuhu 25 hingga 27 derajat celsius.

9. Mengawinkan udang

Perkawinan ini sebaiknya dengan massal agar udang dapat terbebas memilih pasangannya sendiri. Perbandingannya jantan dan betina ialah 1:2 atau 2:5 sudah maksimal di dalam wadah untuk proses perkawinan.

10. Proses udang hias bertelur

Setelah udang betina dibuahi, selanjutnya masuk pada tahap menggendong telur. Pada tahap ini udang betina akan memisahkan diri dengan udang lainnya kemudian mencari tempat untuk bersembunyi agar larva udang tidak dimakan oleh udang lain yang telah dewasa. Jika wadah budidaya maka tak harus dipindahkan menghindari telur terguncang serta terlepas terhadap perut udang. Akan tetapi, bila wadah terlalu kecil maka dapat dipindahkan dengan serok menggunakan gelas maupun gayung serta dilakukan secara hati hati agar induk tak stress.

Itulah tadi seputar 10 cara budidaya udang hias bagi pemula. Cara diatas tadi sangat mudah untuk dijalankan. Namun, untuk udang ini harus diperhatikan yang terutama dalam hal pH, sebab dapat mengakibatkan udang stress dan bahkan mati. Semoga membantu.

Baca Juga :   8 Manfaat Memandikan Perkutut Malam Hari Beserta Penjelasannya Lengkap

Baca juga: