6 Cara “Paling Mudah” Menanam Timun Jepun Secara Konvensional

Posted on
6 Cara “Paling Mudah” Menanam Timun Jepun Secara Konvensional
5 (100%) 1 vote[s]

6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional

6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional – Timun merupakan salah satu sayuran yang telah banyak dikenal oleh semua orang. Terdapat berbagai macam jenis timun yang bisa digunakan sebagai lalapan, salah satunya timun jepun. Timun jepun atau timun jepang atau dalam bahasa jepang disebut dengan nama kyuri merupakan salah satu jenis sayuran yang akan selalu ada dalam sajian masakan jepang. Timun jenis ini memiliki keunggulan, yaaitu bentuknya lebih lansing dibandingkan dengan timun pada umumnya, memiliki rasa yang relative lebih manis dan renyah. Selain itu timun jepun lebih memiliki tekstur yang lembut dan mempunai penampilan dari segi warna buah yang lebih hijau serta mengkilap sehingga lebih mengunggah selera.

6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional

Di Indonesia jenis timun jepun ini sudah cukup familiar bagi beberapa kalangan. Maka tidak heran apabila ada beberapa orang yang telah membudidayakaan sayuran yang satu ini. Sentra budidaya timun jepun yang ada di Indonesia berpusat di dataran tinggi Jawa Barat di wilayah Lembang Bandung. Di tempat tersebut budidaya dilakukan sevara hidroponik dengan produksi yang dapat mencapai hingga 50 ton pertahun.
Apabila anda berminat ingin menanamnya sendiri, anda dapat membudidayakannya secara konvensional. Berikut ini penjelasan mengenai 6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional yang perlu anda ketahui.

Baca Juga :   Manfaat Gedebog Pohon Pisang untuk Pupuk Tanaman

1. Mempersiapkan benih tanaman

Hal pertama yang penting untuk dilakukan yaitu mempersiapkan benih timun jepun. Kualitas dari hasil tanaman akan bergantung dari benih yang di tanam. Apabila benih yang ditanam mempunyai kualitas yang baik maka hasil panen yang akan dihasilkan juga akan melimpah dan optimal. Berikut ini beberap ahal yang harus diperhatikan.

  • Belilah benih dari seller yang terpercaya
  • Apabila anda membelinya secara online maka perhatikan dengan baik review dari produk tersebut
  • Tanyak dengan detail review produk
  • Utamanya mengenai tanggal kedaluarsa benih, produktivitas serta daya persentase perkecambahan
  • Simpan benih ditempat yang sejuk, dan tidak terpapar cahaya matahari secara langsung
  • Sebelum penyemaian sebagiknya rendam benih kurang lebih selama 15 menit, untuk merangsang perkecambahan.

2. Membuat persemaian

Tahap selanjutnya yaitu membuat persemaian sekaligus menyamai benih timun jepun. Penyemaian bertujuan untuk membiarkan tanaman agar beradaptasi dengaan baik saat dipindahkan ke lapangan. Langkah penyemaian benih timun jepun, yaitu sebagai berikut:

  • Siapkan benih timun jepun yang akan disemai dan yang telah direndam dengan air.
  • Selanjutnya siapkan media tanam tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 7:3 yang artinya 7 bagian tanam dan 3 bagian kompos ataupun pupuk kandang.
  • Campur media tanam secara merata, selanjutnya masukkan ke dalam plastik polybag transparan.
  • Jangan lupa untuk memberi lubang pada plastik polybag
  • Selanjutnya isikan media tanam ke dalam plastik polybag sampai terisi penuh dan padat
  • Pilihlah tempat penyemaian yang teduh serta ternaungi, namun tetap mendapatkan intensitas cahaya sekitar 50%
  • Setelah itu buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 0.5-1 cm pada setiap lubang tanam.
  • Masukkann benih ke dalam setiap lubang tanam, kemudian tutup kembali dengan tanah hingga benih tidak tampak
  • Kemudian tutup permukaan persemaian dengan memakai daun atau penutup
  • Apabila telah melewati 3-4 hari buka penutup, daan benih telah mulai berkecambah
  • Selanjutnya lakukan perawatan dan pemeliharaan hingga tanaman tersebut dapat dipindahkan ke lahan pertanian.
Baca Juga :   Panduan Lengkap Cara Budidaya Tomat Secara Organik Agar Berbuah Banyak

3. Menyiapkan lahan tanam

Tahap selanjutnya yaitu sambil menunggu bibit siap sebaiknya anda menyiapkan lahan tanam, dengan langkah-langkah seperti berikut:

  • Menggemburkan tanah dengan cara mencangkulnya
  • Membuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter
  • Taburkan pupuk kandang sebaganyak 10 hingga 20 kg
  • Setelah itu tutup bedengan dengan memakai plastik
  • Lubangi plastik dengan jarak tanam sekitar 25-30 cm
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 20-25 cm
  • Selanjutnya masukkan pupuk kandang dalam lubang tanam
  • Biarkan hingga tiba masa tanam

4. Penanaman timun jepun

Setelah benih bibit telah bermur 10 hingga 14 hari atau telah memiliki 2 helai daun sejati, maka dapat langsung dipindahkan ke lahan dengan ketentuan seperti berikut:

  • Pilih bibit timun jeunn yang benar-benar sehat
  • Lakukan penanaman pada waktu pagi atau sore hari
  • Keluarkan tanah pada plastik polybag dengan hati-hati, agar akar tidak rusak
  • Selanjutnya masukkan bibit ke dalam lubang tanam
  • Tutup dan padatkan dengan tanah yang ada di sekitar
  • Pastikan tanaman tegak lurus
  • Selanjutnya siram bibit tersebut dengan air secukupnya

5. Perawatan dan pemeliharaan

6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional selanjutnya telah sampai pada tahap perawatan serta pemeliharaan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pemasangan ajir
    Lakukan pemasangan ajir setelah tanaman beumur 1 minggu semenjak penanaman, yang mana ajir tersebut berguna untuk merambat.
  • Pengairan
    Penyiraman tau pengairan dapat dilakukan setiap dua hari sekali pada minggu pertama, pada minggu selanjutnya pengairam dapat dilakukan 4 hingga 6 hari dan kemudian penyiraman diseusaikan dengan kondisi cuaca.
  • Pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan sekitar tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam dengan memakai pupuk urea, ZA, Sp-36 dan KNO3 dengan takaran masing-masing 3 gram.
  • Pemangkasan. Pemangkasan dilakukan pada saat tanamann telaah memiliki buah dengan tujuan untuk meraapikan bentuk dari cabang tanaman.
  • Pengendalian hama serta penyakit (HPT). Sementara itu pengendalian hama dapat dilakukan secara preventif atau pencegahan, yaitu dengan penyemprotan rutin memakai pestisida dan fungisida sesuai dosis.
Baca Juga :   Panduan Lengkap Cara Budidaya Jeruk Lemon Agar Cepat Berbuah

6. Panen

Tahap yang terakhir yaitu masa panen. Panen dapat anda lakukan apabila tanaman telah berumur 2.5 bulan. Dengan ciri-ciri melihat ukuran buah, jika ukurannya telah maksimal dapat di panen.

Demikian pembahasan mengenai 6 Cara Menanam Timun Jepun Secara Konvensional yang perlu anda ketahui jika tertarik untuk membudidayakannya. Usaha ini bisa anda coba sebagai usaha sampingan untuk mendapatkan manfaat yang positif. Semoga uraian tersebut dapat memberikan informasi untuk kita semua.

Baca juga: