Cara Budidaya Ikan Nila Bagi Pemula

Posted on

Cara Budidaya Ikan Nila Bagi Pemula

Cara budidaya ikan nila – perlu kalian tau bahwa budidaya ikan nila ini mudah. Jadi, bisa disebut bahwa budidaya ikan nila ini mirip dengan budidaya ikan mujair. Sebab keduanya ini mempunyai sifat hampir sama. Banyak orang yang bia bila kedua ikan tersebut kembar. Bahkan kebanyakan orang suliy membedakan keduanya.

Ikan nila ialah jenis ikan bersifat baik perkembangbiakannya. Sehingga, dapat disebut budidayanya menguntungkan sekali, sebab bisa berkembangbiak secara mudah. Jadi mungkin ikan ini banyak sekali dan mudah untuk peternakannya. Berikut ini akan kami kupas seputar Cara budidaya ikan nila.

1. Memilih benih ikan nila

Cara budidaya ikan ini pertama memilih yang berkuaitas. Pemilihan benih ikan ini bisa disebut menjadi faktor acuan atau faktor utama dari sejumlah faktor lain. Sebab faktor tersebut titik awal yang bisa menentukan keberhasilan budidaya ikan nila.

Dalam pemilihan benih ini hendaknya memilih yang berkelamin jantan. Hal tersebut bisa emmbuahkan hasil maksimal daripada kalian memilih betina. Kenapa demikian? Sebab ikan nila kelamin jantan 40% lebih cepat daripada ikan jenis betina dari segi pertumbuhannya.

Harus kalian tau bahwa akan lebih mudah membudidayakan ikan yang dijalankan dengan monosex atau kelamin tunggal. Sebab cara buidaya ikan monosex ini bisa meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan budidaya campuran.

Sebab sifat ikan nila mudah memijah atau melakukan perkawinan sendiri. Sementara cara campuran membuat energi ikan cepat habis memerlukan tenaga dalam pemijahan.

Baca Juga :   7 Cara "Sukses" Ternak Ikan Cupang Kuping Gajah Agar Untung Besar

2. Persiapan kolam budidaya

Kalian tak harus khawatir mengenai kolam/ penangkaran. Sebab ikan nila ini diternak diberagam jenis kolam. Kalian dapat memakai kolam semen, kolam terpal, kolam tanah dll. Sejumlah kolam ini mudah sekali pembuatannya. Itulah kenapa banyak orang berkata bahwa budidaya ikan ini mudah sekali dijalankan.
Nah, mengenai persiapan kolam budidaya ini, salah satunya kami bahas pada pengolahan tanahnya, diantaranya berikut :

• Pengeringan
• Pembajakan tanah
• Cek keasaman tanah
• Pemupukan
• Menggenangi air

3. Penebaran benih ikan nila

Bila kolam sudah berisi air sampai dengan kedalaman 60 hingga 75 cm, kemudian kolam bisa siap ditebari dengan benih ikan nila yang sudah siap disiapkan. Secara umum, per meter perseginya kolam ini isinya 15 hingga 20 ekor nila dengan pendapat per ekornya seberat 10 hingga 20 gram dan dapat dipanen dengan ukuran seberat 300 gr per ekornya.

Akan tetapi, harus kalian catat bahwa sebelum dilakukan penebaran benih, kalian harus menjalankan adaptasi dari benih ikan nila lebih dulu, meskipun ikan nila ini termasuk jenis ikan yang mudah untuk adaptasi. Hal tersebut dijalankan supaya benih dari ikan nila bisa terbiasa dengan kolam yang baru, sehingga risiko dari kematiannya ikan ini bisa terhindar serta diminimalisir.

Kalian dapat mengadaptasikan benih ikan dengan memasukkan benih di dalam wadah yang isinya air di kolam. Biarkanlah selama berjam-jam kemudian miringkan wadah itu hingga ikan keluar dengan sendirinya serta terjun di dalam kolam yang sudah kalian siapkan benih ikan nila.

4. Pemeliharaan budidaya ikan nila

Sesudah semua siap, selanjutnya pembuatan kolam sampai di penebaran benih. Kalian harus melakukan perawatan serta pemeliharaan sampai di masa panen. Ada 3 hal penting yang harus kalian tau dalam memelihara ikan nila yakni pengelolaan air, pemberian pakan serta pengendalian hama penyakit.

  • Pengelolaan air
    Perhatikanlah air kolam, bila kalian memilih ikan nila berkualitas maka kalian harus memerhatikan kandungan oksigen serta pH air.
  • Pemberian pakan
    Inilah perhitungannya untuk pemberian pakan tersebut :
    Bila dalam 1 kolam ada 1500 ekor nila yang berukuran 10 hingga 20 gram per ekornya, maka rata rata ikan adalah 10 + 20 dibagi 2 = 15 gram/ ekor. Jadi, perhitungan pakannya adalah 15 x 1500 x 3 % = (675 gram atau 6,75 kg dalam seharinya).
  • Pengendalian penyakit dan hama
    Seperti yang telah kami bahas sebelumnya, bahwa ikan nila tergoong ikan tahan banting. Pada normalnya, penyakit ikan nila tak terlalu mengkhawatirkan. Akan tetapi, tak ada salahnya menjalankan pengecekan dengan intensif serta misalnya mewaspadai risiki penyakit ikan nila kalian.
    Penyakit yang harus diwaspadai untuk ikan nila ialah penyakit menular sebab infeksi misalnya penularan air.
Baca Juga :   Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal "Panen Melimpah"

5. Masa panen ikan nila

Ikan nila yang siap dipanen beragam sesuai kebutuhan. Ikan nila pasar domestik kurang lebih 300-500 gram/ ekor, sementara dipelihara 10-20 gram/ ekor. Jadi nila bisa mencapai 300-500 gram tersebut kadang memerlukan waktu sampai 4-6 bulan lamanya.

Hal tersebut dikarenakan adanya pakan ikan nila yang mudah diperoleh. Jadi, budidaya ikan ini tak akan memakan biaya mahal. Berbeda halnya ikan lele, ia memerlukan protein kurang lebih 30-45% kadarnya. Sehingga, harga paka ikan mas atau lele mahal daripada pakan ikan nila.

Jadi, sebenarnya ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan nila. Beberapa faktor itu yang bisa menentukan berhasilnya dalam budidaya ikan nila. Diantaranya faktor ini pemilihan benih, persiapan kolam, persiapan pemberian pakan sampai saat penanganan penyakit. Penanganan penyakit ini faktor penting yang perlu diwaspadai supaya ikan nila kalian benar benar menjadi ikan yang mempunyai kualitas bebas serta terjindar segala macam peyakit yang bisa menyerang ikan nila.

Itulah langkah-langkah dalam Cara budidaya ikan nila. Kalian yang masih mau awal dan awam pengetahuannya bisa membaca ulasan diatas tadi. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Baca juga: