Cara Mudah Supaya Bunga Aster Cepat Berbunga

Posted on

Cara Mudah Supaya Bunga Aster Cepat Berbunga

Cara Agar Bunga Aster Cepat Berbunga dan Selalu Merekah – salah satu bunga yang banyak di minati oleh pecinta bunga adalah bunga aster. Cara menanamnya juga tidak diketahui banyak orang. Bunga yang juga disebut dengan bunga seruni ataupun bunga daisy ini sangatlah mudah. Sebelum membahas tentang Cara Agar Bunga Aster Cepat Berbunga dan Selalu Merekah, kita ketahui dulu apa bunga aster itu.

Bunga aster merupakan bunga yang berasal dari Tiongkok. Bunga ini juga punya tinggi rata-rata mencapai 30 – 70 cm. Sebenarnya bunga ini juga hampir mirip bentuknya dengan bunga kertas.
Terdapat beberapa warna yang ada pada bunga aster. Mulai dari ungu, putih, biru, dan warna lain yang biasanya bagian tengah bunga umumnya memiliki warna kuning. Usia bunga aster ialah sekitar satu tahun. Sesungguhnya bunga aster mudah sekali berbunga. Bahkan bunga ini juga tak mengenal musim. Jenis bunga ini juga cocok ditanam pada pot.

Jenis Bunga Aster

Terdapat beberapa varian bunga aster diantaranya:

  1. Bunga Aster Chinensis Tipe Princess
    Pada jenis bunga aster ini mempunyai warna kelopak pink, biru tua, putih, biru muda, serta kuning muda.
  2. Bunga Aster Chinensis Tipe Amerika
    Pada bunga aster kali ini mempunyai kelopak berwaran biru, merah, biru muda, merah muda, putih dan merah lembayung.
  3. Bunga Aster Chinensis Tipe Liliput
    Sementara untuk bunga aster yang tipe ini berkelopak warna biru, putih, pink, dan merah tua.
  4. Bunga Aster Chinensis Tipe Giant Cornet
    Jenis bunga aster tipe berikutnya memiliki kelopak bunga berwarna pink, putih dan merah tua.
  5. Bunga Aster Nivae Angeliae
    Warna bunga aster tipe berikutnya ialah yang berkelopak bunga violet serta violet muda.
  6. Bunga Aster Tipe Incisus
    Pada jenis bunga aster ini berkelopak bunga violet sedikit kebiruan.=
Baca Juga :   Inilah Cara Merawat Bunga Agar Subur & Merekah Setiap Hari

Manfaat Bunga Aster

Biasanya bunga aster dijadikan untuk bunga potong. Nah, sebagai bunga potong, pastinya harus tahu bagaimana cara merawat agar setelah dipotong tetap segar. Sehingga bunga aster tidak layu dan tetap sedap dipandang mata. Tetapi, apakah anda tahu sebenarnya semua bagian bunga aster Bisa dimanfaatkan. Beberapa manfaatnya ialah:

  1. Antitoxin
    Manfaat pertama yang bisa diambil dari bunga aster ialah bisa dijadikan sebagai obat luka bersifat antitoxin ataupun penawar racun. Berbagai pengobatan modern dan tradisional memanfaatkan ekstrak bunga aster bisa dijadikan untuk penangkal racun.
  2. Ekskresi racun
    Manfaat yang kedua adalah untuk penawar racun. Bunga ini bisa juga dimanfaatkan guna mengeluarkan racun yang ada pada tubuh manusia. Fungsi yang dimilikinya juga hampir sama dengan zat antibiotik.
  3. Obat pengusir nyamuk
    Manfaat yang ketiga ialah mampu mengusir serangga. Terdapat zat bernama pyrethrin yang berperan dalam hal ini. Sehingga Anda bisa memanfaatkan bunga ini sebagai obat pengusir nyamuk secara alami di rumah anda. Terdapat pula jenis bunga aster yang cocok dipelihara dalam rumah. Zat pyrethrin nya juga termasuk bahan campuran pada obat nyamuk bakar yang mengandung toksik untuk serangga.
  4. Obat infeksi
    Manfaat lainnya ialah sebagai obat infeksi bagi luak. Bunga aster ini berfungsi untuk katalis sistem imun maupun untuk inhibitor terhadap patogen maupun virus.
  5. Inflamasi
    Manfaat ke 5 ialah bisa menyembuhkan inflamasi. Terdapat kandungan anti peradangan pada semua bagian bunga aster yang berkhasiat untuk penyembuhan inflamasi. Untuk mengambil manfaatnya, kita bisa merebus bunga aster lalu menumbuknya sampai halus.
  6. Obat batuk dan ekspektoran
    Bunga aster juga bisa mengencerkan dahak, atau biasa disebut dengan ekspektoran. Disamping itu, bunga aster juga bisa dimanfaatkan dalam meredakan batuk berdahak, kering, maupun batuk disertai keluar darah. Untuk mengambil manfaatnya, anda bisa menggunakan bagian akar bunga aster.
Baca Juga :   6 Cara "Paling Mudah" Menanam Bunga Jengger Ayam di Pekarangan

Cara Bunga Aster Cepat Berbunga

Terdaat cara supaya bunga aster yang ditanam cepat berbunga. Dengan beberapa cara dibawah ini bunga aster yang ditanam akan rajin berbunga. Langsung ikuti caranya dibawah ini:

  1. Waktu penyiraman
    Pada tanaman aster dewasa bisa disiram 2 kali sehari. Sementara itu, waktu penyiramannya pun harus sebelum jam 09.00 ataupun sesudah pukul 15.00. karena menyiram di siang hari bisa mencegah fotosintesis dalam menghasilkan nutrisi bagi pertumbuhan aster.
  2. Kelembaban media tanam
    Perhatikan juga kelembapan pada media tanamnya. Karena bunga aster tidak suka media tanam yang terlalu lembab dan terlalu sedikit air.
    Namun bunga aster suka dengan media tanam lembab dan juga peka dengan kandungan air. Bila kekurangan air, daunnya pun dapat rontok serta mencegah terbentuknya nutrisi bagi bunga aster.
  3. Pemupukan
    Suapaya bunga aster memiliki kualitas yang baik, maka Anda dapat menambah pupuk yang didalamnya mengandung fosfor. Disamping itu, pupuk dengan kandungan Kalium juga bisa digunakan supaya bisa memperkuat bunga sehingga tak gampang rontok.
  4. Perbanyak cabang
    Semakin banyak cabang bunga aster, maka semakin banyak pula bunga yang akan mekar. Untuk memperbanyak cabang, kita bisa memotong ujung cabang berukuran 2 – 3 cm ketika hampir berbunga. Anda bisa melakukan cara ini sampai jumlah cabangnya optimal serta bunganya bertambah banyak.
  5. Hindarkan dari hama
    Bunga aster rawan sekali dengan hama, serangga ataupun debu. Oleh karena itu, semprotkan bunga aster dengan penyemprot anti hama contohnya Furadan.
  6. Pangkas daun yang layu
    Membusuknya daun yang layu bisa menjadi sumber penyakit untuk bunga aster. Jika Anda melihat daun tua dan layu, langsung pangkas daun itu. Supaya bisa menghindari risiko bunga menimbulkan penyakit.
Baca Juga :   Cara Membuat Taman Dari Bunga Krokot

Itulah ulasan mengenai Cara Agar Bunga Aster Cepat Berbunga dan Selalu Merekah. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Budidaya Ikan Lele Dalam Waktu 2 Bulan

Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Boster Bagi Pemula