Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses)

Posted on
Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses)
5 (100%) 1 vote[s]

Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses)

Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses) – Lele Sangkuriang merupakan jenis  varietas unggul ikan lele hasil hasil turunan dari persilangan silang balik (Back Cross) antara pejantan ikan lele dumbo keturunan ke-6 (F6) dengan induk betina lele dumbo keturunan ke-2(F2). Ikan lele sangkuriang resmi dilepas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan pada tahun 2004.

Jenis varietas ini ternyata disambut baik oleh petani ikan untuk dibudiayakan secara masal, karena lele sangkuriang memiliki keunggulan antara lain; memiliki fekunditas telur tinggi sekitar 60.000 butir dengan derajat penetasan telur lebih tinggi dari 90%, panjang rata-rata benih pada usia 26 hari bisa mencapai 3-5 cm dengan nilai konversi pakan atau FCR lele berkisar 0,8-1.

Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses)

Kurva kebutuhan akan permintaan akan konsumsi daging lele terbilang tinggi,ini terlihat dari data Produksi Nasional dalam kurung waktu lima tahun terakhir mulai dari tahun 2011 sampai 2015 terdapat kenaikan yang signifikan dengan produksi sebesar 21,31 % per tahun,dimana produksi lele nasional di tahun 2011 sebesar 337.557 ton dan di tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi menjadi 722.623 ton. Artinya peluang usaha budidaya lele baik usaha pembenihan,maupun usaha pembesaran sama-sama menjanjikan. Namun pada kesempatan kali ini saya coba untuk mengulik mengenai tata cara pembenihan ikan lele sangkuriang,semoga bisa bermanfaat.

Teknologi pembenihan ikan lele sangkuriang dapat dihasilkan dari indukan lele sangkuriang melalui beberapa teknik pemijahan:

Pemijahan alami

  • Pada habitat alaminya ikan lele sangkuriang ikan dapat melakukan pemijahan secara alami dengan pemilihan pasangan yang ditentukan oleh alam dan naluri masing-masing
  • ikan lele dewasa yang telah benar-benar matang gonad, namun semakin berkembangnya teknologi informasi pertanian banyak petani ikan lebih memilih dengan pemijahan alami ,akan tetapi dengan sedikit campur tangan manusia dengan menempatkan pada bak atau kolam tertentu dan media kakaban dan memasukan induk ikan lele jantan dan betina yang telah matang gonad di dalam satu bak untuk proses pemijahan secara alami.
Baca Juga :   Cara Beternak Ayam Pedaging, Perawatan Hingga Panen Menguntungkan

Pemijahan Buatan

  • Pemijahan dengan menyuntikan sejenis hormon seperti; Ovarim dan Hypopisa yang memicu reproduksi terhadap indukan ikan,dengan tiga langkah kerja yang harus dilakukan dalam system pemijahan secara buatan ini,yaitu penyuntikan,pengambilan sperma dan pengeluaran telur,namun cara ini tidak banyak digunakan oleh petani ikan karena membutuhkan suatu keahlian khusus dan memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.

Tahapan Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami

Adapun tahapan pembenihan lele sangkuriang secara alami yaitu:

Seleksi Indukan Lele Sangkuriang

Seleksi dapat dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh, dimana tanda induk betina yang matang gonad (organ reproduksi) dengan memiliki perut gendut, tubuh agak kusam, gerakan lamban dan lubang kelamin kemerahan. sedangkan tanda induk jantan yang sudah matang gonad adalah gerakan lincah, tubuh memerah dan bercahaya dan lubang kelamin kemerahan dan sedikit membengkak dan berbintik putih.

Pemijahan

Dilakukan dengan memasukan Induk ikan lele bersama-sama antara jantan dan betina pada bak pemijahan. Sebelumnya,bak dikeringkan selama 2 – 4 hari. Selanjutnya bak diisi dengan air setinggi 30 cm dan membiarkan air mengalir selama pemijahan. Bersamaan dengan itu, pasang atau masukan kakaban secukupnya. Bila sudah siap, induk betina dan jantan yang sudah matang gonad dimasukkan ke dalam air pada siang atau sore hari.

Langkah selanjutnya adalah mengamati pasangan lele tersebut sampai berpijah di keesokan harinya. Lele merupakan ikan yang bersifat kanibal, sehingga untuk menghindari induk lele memakan telurnya, maka kedua induk harus segera dipindahkan ke tempat lain dan telur dibiarkan menetas di tempat tersebut.

Ciri-ciri Induk Jantan
  • Memiliki alat kelamin tampak jelas dan meruncing
  • Tulang kepala lebih mendatar dibanding betinanya
  • Memiliki warna dasar badannya hitam (gelap)
  • Siklus umur induk jantan di atas tujuh bulan
  • Memiliki perut yang ramping, namun pada bagian perut diurut secara manual akan keluar sperma
Baca Juga :   Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Bagi Pemula dan Perawatannya Hingga Panen
Ciri-ciri Induk betina
  • Memiliki ukuran Kepala lebih besar dibanding induk lele jantan
  • Memiliki Warna kulit dada agak terang dengan urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
  • Memiliki gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung dengan struktur perutnya lebih gembung dan lunak.
  • BiIa bagran perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum atau telur)

Penetasan

Merupakan rangkaian dalam proses pembenihan ikan lele sangkuriang,tempat penetasan telur akan dapat dilakukan didalam kolam semen atau kolam kayu,ukuran luasan kolam lele sangkuriang mulai dari (1 x 1 meter),(1 x 2 meter) dan (2 x1,5 meter) dengan ketinggian kolam 0,6 meter.

Sebelum kolam penetasan digunakan kolam harus dibersihkan dan dikeringkan selama 2 hari,selanjutnya kolam mulai diisi dengan air bersih sampai diketinggian 30-40 cm, dan air harus dalam kondisi mengalir selamapenetasan. Untuk melindungi telur-telur ikan, kolam dipasangi kakaban. Selanjutnya telur-telur  ikan tersebut ditebarkan secara merata menempel di kakaba dan mulai menetas menjadi benih lele dalam waktu ±10 hari nya.

Pendederan

  • Tahapan selanjutya dari kegiatan pembenihan lele sangkuriang adalah pendederan,bentuk kolam pendederan saat memasuki minggu 1-2 ukuran kolam lebar 50 cm,panjang 200 cm dan tinggi 50 cm dengan dinding kolam dibuat tegak lurus,halus dan licin, sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan melukai.
  • Permukaan lantai kolam dibuat sedikit miring dalam pembuangan air. Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi dari pada lantai dipasang pipia paralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m. selanjutnya kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit dengan 2 bingkai kayu dan tepat dengan permukaan dalam dinding kolam. Di antara 2 bingkai tersebut dipasang selembar jaringan nyamuk dari bahan plastik berukuran mess A,5-0,7 mm.
  • Untuk setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam.
  • Memasuki minggu ketiga benih selanjutnya dipindahkan ke kolam pendederan yang lain. Cara pengambilan tidak boleh sembarangan,apalagi mengunakan jaring, tetapi dengan mengatur ketinggian pipi paralon. Untuk kolam pendederan baru menyesuai kan umumnya berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan bentuk dan konstruksi sama.
Baca Juga :   Panduan Membuat Pakan Lele Terapung (Low Cost)

Pemberian Pakan Benih

  • Pemberian pakan benih hari pertama dan ketiga, benih lele mendapat makanan dari kantong kuning telur (Yolk sac) yang dibawa sejak telur menetas.
  • Kemudian memasuki hari keempat sampai minggu kedua diberi makan Zooplankton yaitu Daphniadan Artemia yang mempunyai protein 60%. Dengan aturan pemberian makanan diberikan dengan dosis 70% x Biomassa setiap hari yang dibagi dalam 4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air. Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan Zooplankton berakhir.
  • Benih lele sangkuriang harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung yang berkadar protein 50% yang diberikan kepala benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan yang berupa tepung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung udang.
  • Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.
  • Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32 %x biomassa setiap hari. Selanjutnya Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21 % x biomassa setiap hari,kemudian memasuki minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43 % x biomassa setiap hari,sampai memasuki minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung. Selamat Mencoba Ya sahabat pertanian,Semoga Sukses.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Pembenihan Lele Sangkuriang Secara Alami Untuk Pemula (10 Kiat Petani Sukses) dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan berikutnya. 

Baca Juga: